Catatan Wartawan
Saat Mobil Tahanan Dipanaskan
Hanya perlu Rabu yang biasa untuk membawa Bupati Sitaro Chintya Kalangit ke dalam sel tahanan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
Mobil berwarna hijau itu mendadak dipanaskan.
Itulah kode alam tentang kejutan besar hari itu.
Ketika mobil itu parkir depan lobi, kami pun menebak-nebak.
Siapa yang bakal ditahan. Ada empat orang diperiksa.
Umumnya kami menebak yang akan ditahan adalah orang ketiga dan empat.
Ternyata kami salah. Yang muncul adalah orang pertama.
Bupati Sitaro terlihat mengenakan rompi merah muda.
Wajahnya campuran antara kesedihan, kebingungan, rasa tak percaya, ketakutan serta kehancuran.
Saat digiring, langkahnya pelan seolah itu semua hanya mimpi.
Wajahnya menunduk.
Tampak Kalangit berupaya menahan air mata yang hendak jatuh. Semuanya terjadi begitu cepat.
Saya menulis berita penahanan itu dengan pikiran yang belum dapat sepenuhnya mencerna apa yang terjadi.
Dan juga rasa iba campur prihatin.
Chintya, Bupati yang baru setahun dilantik, dari partai penguasa pula, harus menerima kenyataan pahit dengan menghuni sel tahanan Melendeng karena dugaan kasus korupsi penyaluran dana siap pakai kepada korban bencana gunung ruang.
Publik, terutama di Sitaro, dilanda shock.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/CATATAN-WARTAWAN-Mobil-Tahanan-Kejaksaan-Tinggi-Sulawesi-Utara.jpg)