Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Air Mata Gertruida

Senin (29/12/2025) adalah hari dimana saya paling banyak meneteskan air mata. Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, terbakar.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
PANTI WERDA - Suasana di Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, kota Manado, provinsi Sulut pasca kebakaran. Panti ini terbakar pada Minggu (28/12/2025) malam. 

Menyedihkan membayangkan mereka menanti api membakar -  entah saat itu mereka berteriak memanggil nama ayahnya atau diam pasrah dalam doa. 

Sesungguhnya tubuh mereka tak lagi tepat disebut jenazah.

Tapi tulang belulang. Tulang yang menghitam dan mengecil karena hangus terbakar. 

Tim berkeliling ruangan dan berkali - kali melewati sesuatu yang dikira sebuah benda. 

Kemudian terkuak bilamana itu tengkorak manusia. 

Baik polisi, relawan dan lainnya, semua meneteskan air mata. 

Saya pun keluar dengan mata nanar, dipenuhi kunang - kunang. 

Dan mual karena bau angus daging sangat menyengat. 

Dan saya kian sesak karena Gertruida. Ini nama awal dari panti asuhan itu. 

Saya mengira sang Gertruida ini orang dan ia berkebangsaan Belanda. Benar ia orang. Tapi orang Indonesia. 

Gertruida adalah pendiri panti asuhan itu. Dan ternyata terinformasi kuat Gertruida adalah oma tuaku.

Alias nenek dari pihak ayah. 

Saya shock dan merasa orang paling bodoh sekaligus paling bangsat di dunia. 

Tak mengenali karya orang tua sendiri. 

Di sela sela liputan, saya duduk merenung.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved