Catatan Seorang Jurnalis
Air Mata Gertruida
Senin (29/12/2025) adalah hari dimana saya paling banyak meneteskan air mata. Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, terbakar.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Senin (29/12/2025) adalah hari dimana saya paling banyak meneteskan air mata.
Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, kota Manado, provinsi Sulut, terbakar hebat dan menewaskan 16 penghuninya.
Sebagai wartawan saya ada, bahkan teramat dekat dengan peristiwa tragis itu.
Mohon maaf bila saya terlalu melankolis.
Tapi lebih baik kelebihan rasa daripada kekurangan rasa.
Siapa yang masih bisa senyum - senyum menyaksikan belasan orang tua yang sudah kehilangan keluarga mereka, tewas dengan cara paling tragis yakni terbakar hidup - hidup?
Jika ya mungkin anda sudah gila.
Peristiwa itu membuat Manado mendadak gelap setelah disinari lampu-lampu Natal.
Pita hitam seakan terpasang di langit Manado yang mulai cerah, meski di musim hujan.
Saat-saat evakuasi, saya ingat dengan jelas.
Sewaktu tim memasuki ruangan dan jenazah ada di mana mana.
Tinggal tunjuk satu di kiri, dua di kanan.
Sejumlah jenazah ditemukan di atas tempat tidur.
Sepertinya ini oma dan opa yang sudah tak lagi bisa jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/PANTI-WERDA-Suasana-di-Panti-Werda-Damai-di-Kelurahan-Ranomuut87905.jpg)