Catatan Seorang Jurnalis
Sudut Oranje di Manado
Minahasa di masa lalu sangat dekat dengan Belanda. Saking dekatnya, sempat akan dijadikan provinsi ke - 12
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
"Komposisi tim lebih baik, ada Frankie De Jong di tengah, kemudian Van Dijk dan Mathijs de Ligt di belakang dan di depan ada Memphis Depay dan striker muda Cody Gakpo," katanya.
Asman (73) ketua Fans Belanda di Sindulang, izin bertukar pakaian dulu sebelum diwawancarai tribunmanado.
Ia kembali dengan jaket Oranye.
Dia menunjukkan bagian belakang jaket.
Di sana ada tanda tangan seorang talent scouting asal Belanda.
Kemudian ia menyambar ponsel. Dan menunjukkan kepada tribunmanado sebuah fotonya mamakai dasi berwarna Oranye.
Dia menuturkan, banyak warga setempat punya marga Belanda.
Ada Antoni, Vanderslot, Lefrand dan lainnya.
"Mereka punya keluarga di Belanda," katanya.
Dia sendiri punya saudara jauh di Belanda. Ayahnya seorang anggota KNIL.
Ungkap dia, kemeriahan memuncak saat Belanda main. Saat itu, ia melukiskan, ibarat pesta.
"Warga bersukaria, nonton bareng, apalagi kalau menang," katanya.
Ia bercerita, pernah Belanda absen piala Dunia.
Dan seisi kampung jadi kampung mati saat piala Dunia.
Demi Belanda, ia tak ragu rogoh kocek dalam dalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/MINAHASA-Minahasa-di-masa-lalu-sangat-dekat-dengan-BelandaUI8900.jpg)