Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Sudut Oranje di Manado
Pahlawan-pahlawan asal Minahasa termasuk yang paling gigih membela republik.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Ringkasan Berita:
- Minahasa di masa lalu sangat dekat dengan Belanda
- Pahlawan-pahlawan asal Minahasa termasuk yang paling gigih membela republik Indonesia
- Jelang Piala Dunia 2026, bendera Belanda mulai laku di sentra penjualan bendera negara peserta Piala Dunia
TRIBUNMANADO.CO.ID - Minahasa di masa lalu sangat dekat dengan Belanda.
Saking dekatnya Minahasa, termasuk di dalamnya Manado, sempat akan dijadikan provinsi ke-12 Belanda.
Namun bangsa Minahasa akhirnya lebur ke Indonesia.
Pahlawan-pahlawan asal Minahasa termasuk yang paling gigih membela republik.
Namun warna Belanda tetap sulit terhapus dari Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Dari klapertart, sebutan mener untuk guru atau Noni untuk wanita serta Timnas Belanda.
Yang terakhir ini tak bisa dibendung pada musim Piala Dunia.
Jelang Piala Dunia 2026, bendera Belanda mulai laku di sentra penjualan bendera negara peserta Piala Dunia.
Mungkin sebentar lagi, bendera merah, putih, biru akan mengangkasa meski tanpa lagu Wilhelmus Van Nassau.
Salah satu sudut Belanda di Manado adalah Sindulang 1.
Saya pernah melakukan reportase di sana selama Piala Dunia Qatar 2022.
Setiap Piala Dunia, lokasi tepi pantai di Kelurahan Sindulang 1 lingkungan 1, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Provinsi Sulut akan berubah jadi merah, putih dan biru.
Bendera Belanda ada di mana-mana.
Dari tepi pantai, lorong hingga rumah penduduk.
Pun jelang Piala Dunia 2022 di Qatar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bendera-Belanda-mulai-laku-di-sentra-penjualan-bendera-negara-peserta-Piala-Dunia.jpg)