Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Sudut Oranje di Manado
Pahlawan-pahlawan asal Minahasa termasuk yang paling gigih membela republik.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Sebuah bendera Belanda berukuran tujuh kali empat meter terpasang di tepi pantai.
Di bawah bendera itu, berdiri sebuah pondok yang dijadikan markas para fans Belanda di tempat itu.
Ya, banyak warga Kelurahan Sindulang 1 lingkungan 1 yang mengidolakan timnas Belanda.
Hubungan warga dengan Belanda tak hanya sebatas kekaguman.
Tapi sudah mendarah daging.
Beberapa warga di sini ternyata masih keturunan Belanda.
Sanak mereka masih berada di Belanda dan hubungan berlangsung dengan sangat baik.
Robert Tawaris (62) salah satu warga mengaku neneknya yang masih turunan Borgo Belanda menikah dengan warga Suriname.
"Oma bermukim di Suriname namun sudah meninggal," katanya.
Sebut dia, sang Oma selama masih hidup kerap berkunjung ke Manado.
Omanya melancong ke Bunaken.
"Sebelum pulang oma selalu beri kami uang," katanya.
Dia membeber, sang Oma mengongkosi pernikahan Robert dan 11 saudaranya dengan uang Belanda Gulden.
Sang Oma, beber dia, selalu berupaya agar cucunya tak lupa dengan Belanda.
"Salah satunya timnas, Oma selalu minta kami dukung timnas Belanda, karena itu kami dukung mati-matian timnas Belanda," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bendera-Belanda-mulai-laku-di-sentra-penjualan-bendera-negara-peserta-Piala-Dunia.jpg)