Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Orang Tua: Pendidik Pertama, Utama dan Terlama

Sejatinya peran yang melekat pada orang tua dalam pendidikan bertumpu pada tiga pilar.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Tribun Manado/Handout/Arianto Batara
OPINI - Arianto Batara, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara. Orang Tua: Pendidik Pertama, Utama, dan Terlama. 

2. Fasilitator Lingkungan Belajar yang Aman (The Environment Creator)

Tujuan mendidik anak adalah agar mereka siap hidup bermasyarakat. Rumah harus menjadi laboratorium menyiapkan generasi memasuki kehidupan sesungguhnya. Orang tua bertugas menciptakan momen yang membangkitkan rasa ingin tahu (curiosity) dan keberanian untuk bertanya dan berpendapat. Contoh: Ubahlah meja makan atau ruang tamu menjadi ruang diskusi. Kurangi pertanyaan "Dapat nilai berapa hari ini?", sebaiknya orang tua dapat mengemukakan, "Hal menarik apa yang kamu pelajari hari ini?" atau "Ada tidak hal yang membuatmu kesal di sekolah tadi?". Memberikan ruang bagi anak untuk berpendapat tanpa takut disalahkan, orang tua sedang melatih kemampuan berpikir kritis dan membangun kepercayaan diri anak.

3. Pendamping Emosional dan Spiritual (The Emotional Anchor)

Pada situasi tuntutan akademik yang tinggi, anak sering kali mengalami tekanan mental. Orang tua berperan sebagai pendamping dalam membantu anak meregulasi emosi yang memastikan anak tetap tangguh (resilient). Sebagai contoh: Saat anak gagal dalam sebuah kompetisi atau mendapatkan nilai kurang, peran orang tua bukan untuk memarahi, melainkan membantu anak merefleksikan kegagalan tersebut. Memberikan apresiasi dan dukungan secara verbal dan ditunjuk dengan tindakan nyata akan menanamkan growth mindset, pola pikir bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha yang optimal. Bangkit apabila mengalami kegagalan.

4. Kurator Nilai dan Budaya (The Value Guardian)

Di era globalisasi yang tanpa batas, anak-anak terpapar dengan berbagai nilai yang bisa saja bertentangan dengan norma keluarga atau bangsa. Orang tua berperan sebagai filter atau kurator yang membantu anak memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Orang tua harus menjadi teman yang akuntabel bagi anak. Contoh: Melibatkan anak dalam kegiatan sosial atau gotong royong di lingkungan rumah. Dengan mengajak anak membersihkan selokan bersama tetangga atau berbagi makanan dengan yang membutuhkan, orang tua sedang mengajarkan nilai kemanusiaan dan empati secara nyata.

Sinergi dan Partisipasi Semesta

Sebagai penutup, kita perlu merenungkan kembali sebuah ungkapan bijak dari Afrika: "It takes a village to raise a child", dibutuhkan peran satu kampung untuk mendidik seorang anak. Ungkapan ini mengandung kebenaran mendalam bahwa pendidikan bukanlah tugas sektoral yang hanya dikerjakan sendirian oleh satu pihak. Meskipun orang tua adalah pendidik utama, mereka membutuhkan dukungan dari ekosistem yang sehat: guru yang kompeten di sekolah, tetangga yang saling menjaga, hingga kebijakan pemerintah yang berpihak pada perlindungan anak.

Keberhasilan pendidikan seorang anak adalah akumulasi dari kepedulian setiap stakeholder di sekelilingnya. Hal ini sejalan dengan strategi yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu Partisipasi Semesta. Konsep ini menekankan bahwa untuk mencapai pendidikan bermutu untuk semua, diperlukan gerakan semesta di mana seluruh elemen bangsa, yaitu pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan yang paling krusial adalah keluarga, bergerak bersama. Tidak ada satu pun anak yang boleh tertinggal, dan itu dimulai dari kesadaran orang tua untuk kembali mengambil peran dalam pendidikan di rumah.

Transformasi Pendidikan tidak akan pernah mencapai puncaknya jika pola pendidikan di rumah terabaikan. Pendidikan adalah investasi waktu, kasih sayang, dan keteladanan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita jadikan momentum ini untuk pulang ke rumah dan berkomitmen mengembalikan peran kita sebagai pendidik. Dengan demikian, akan menciptakan ingatan anak-anak kita, bahwa kitalah guru terbaik yang pernah mereka miliki.

(TribunManado.co.id/Art)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved