Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Bukan Valentine, Tapi Hari Merah Putih 

14 Februari 1946 dini hari. Para pemuda Manado menyerbu tangsi Belanda di Teling Manado. Dalam tempo singkat, tangsi berhasil dikuasai.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Istimewa/HO
PEJUANG RI - Bernard Wilhelm Lapian: Pemimpin sipil, residen Manado yang diangkat pemerintahan Republik. Ia adalah salah satu pemimpin dalam aksi merah putih di Manado 14 Februari 2026. 

Semboyannya "Yesus Kristus dalam kebangsaan, kebangsaan dalam Yesus Kristus".

Lapian, seorang Kristen yang terjun di ruang publik untuk membawa ajaran Kristus ke semua inchi kehidupan, karena tak ada satu inchi pun di dunia ini tanpa Kristus bertahta. 

Saya sangat suka menyebut peristiwa Merah Putih adalah tampilnya para pengikut Kristus di ruang publik.

Mereka terpanggil untuk memerdekakan bangsa ini. 

Maka, inspirasi pemuda Kristen di Manado saat ini, bukanlah kisah cinta Valentine yang absurd itu, tapi cinta kepada Kristus yang mengharuskan mereka terjun di ruang publik. 

Mungkin - saya bisa saja salah - pendeta sudah sangat banyak di Indonesia.

Tapi pemikir Kristen, yang sudah lahir baru dan masuk ke ruang publik untuk berjuang bagi pembangunan Indonesia, masih sangat jurang.

Peristiwa Merah Putih memanggil kita untuk memegang pena ditangan kiri dan Injl di tangan kanan. Bukan coklat. Tapi Injil. (Arthur Rompis) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved