Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Produk Ditarik BPOM

Daftar 15 Produk Obat Bahan Alam Mengandung BKO yang Ditarik BPOM dari Peredaran

BPOM RI mengungkap temuan baru berupa 15 produk obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung BKO hasil pengawasan per April 2025.

|
Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
Dok. standar-otskk.pom.go.id/laman resmi BPOM (tangkap layar lampiran)
PRODUK ILEGAL - Produk-produk yang ditarik BPOM RI hasil pengawasan per April 2025. Sebanyak 15 produk obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO), seperti Kopi Badak, Kopi Goee, Bintang Dua Mustika Dewa hingga Pinang Muda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkap temuan baru berupa 15 produk obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO).

Temuan itu selama periode pengawasan intensif pada April 2025.

Ini menjadi langkah tegas BPOM dalam melindungi masyarakat dari produk obat bahan alam (OBA) yang tidak aman. 

Informasi ini disampaikan lewat siaran pers dengan Nomor HM.01.1 2.05.25.126 Tanggal 28 Mei 2025 tentang "BPOM Ungkap 15 Produk OBA Mengandung BKO, Didominasi Klaim Stamina Pria dan Pegal Linu".

Produk-produk ini didominasi dengan klaim peningkatan stamina pria dan pereda pegal linu, 2 kategori yang rentan disusupi zat kimia untuk mendapatkan efek instan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan bahwa temuan ini didasarkan pada hasil sampling dan pengujian terhadap 226 produk yang beredar di pasaran.

Itu juga mencakup obat bahan alam, obat kuasi dan suplemen kesehatan. 

Dari jumlah tersebut, 15 produk dinyatakan mengandung BKO.

Sementara 12 lainnya tidak memiliki izin edar atau mencantumkan nomor izin edar fiktif, sedangkan 3 produk lainnya memiliki izin edar namun telah dibatalkan oleh BPOM

Jenis BKO yang teridentifikasi dalam produk-produk tersebut antara lain sildenafil sitrat dan tadalafil dalam produk OBA dengan klaim penambah stamina pria.

“Selain itu, ditemukan juga kandungan parasetamol, deksametason, fenilbutazon, dan natrium diklofenak pada produk yang mengklaim dapat meredakan pegal linu,” ungkap Taruna. 

Sildenafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi.

Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik penderita hipertensi pulmonal dalam berolahraga. 

Sementara, tadalafil adalah obat yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi atau ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi, dikutip dari Halodoc.

Zat-zat ini dikenal memiliki potensi efek samping serius jika dikonsumsi tanpa kontrol, apalagi dalam jangka panjang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved