APBN 2026
Daftar 8 Agenda Prioritas APBN 2026, Sudah Disetujui DPR RI
Belanja negara ditetapkan Rp 3.842,7 triliun, pendapatan negara diperkirakan Rp 3.153,6 triliun, dengan defisit 2,68 persen dari PDB.
4. Pendidikan bermutu
Rp 769,1 triliun digelontorkan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, sekolah rakyat, sekolah unggul garuda, beasiswa, kesejahteraan guru dan dosen, hingga bantuan operasional sekolah (BOS) dari PAUD sampai perguruan tinggi.
5. Kesehatan berkualitas
Sebesar Rp 244 triliun digunakan untuk Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta revitalisasi rumah sakit.
6. Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM
Program ini mencakup pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih dengan akses sembako, logistik, pupuk, dan layanan keuangan.
7. Pertahanan semesta
Fokusnya pada modernisasi alutsista, penguatan industri strategis nasional, serta peningkatan kesejahteraan prajurit.
8. Akselerasi investasi dan perdagangan global
Dilaksanakan melalui peran Danantara dan sektor swasta untuk investasi produktif dan memperkuat rantai pasok global.
Purbaya tidak menyebutkan secara spesifik jumlah anggaran pada program prioritas keenam, ketujuh, dan kedelapan.
Rincian Anggaran dan Target Ekonomi 2026
Secara keseluruhan, belanja negara ditetapkan Rp 3.842,7 triliun, pendapatan negara diperkirakan Rp 3.153,6 triliun, dengan defisit 2,68 persen dari PDB.
Target makro ekonomi 2026 mencakup pertumbuhan 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN sekitar 6,9 persen, serta nilai tukar Rp16.500 per dollar AS.
“APBN tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar RAPBN 2026 pada 15 Agustus 2025 juga menekankan delapan agenda prioritas tersebut.
Pemerintah menargetkan swasembada pangan, transisi energi, program MBG untuk 82,9 juta penerima manfaat, belanja pendidikan Rp 757,8 triliun, program kesehatan merata, 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih, modernisasi alutsista, serta percepatan investasi dan perdagangan global.
“APBN sebagai katalis, peran Danantara dan swasta harus semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi,” ujar Presiden Prabowo.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/55tunjangan-anggota-DPR-RI-per-bulan-KOMPAScomArdito-Ramadhan-D.jpg)