Nelayan di Manado
Nasib Nelayan di Manado Parkir Perahu Lantaran Cuaca Ekstrem, Ada yang Terpaksa Jadi Pemungut Sampah
Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
"Kami tak mau ambil resiko," katanya.
Son dan kawan kawan adalah nelayan tulen.
Tak melaut berarti tak makan.
"Kami tak ada pekerjaan lain, hanya melaut dan jika seperti ini kami tak ada pendapatan," katanya.
Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
Dipungutnya sampah plastik yang hanyut dari laut ke pesisir.
"Itu sudah keadaan terpaksa sekali, sudah sangat butuh uang, sementara cuaca tidak baik-baik saja," katanya.
Dirinya berharap cuaca segera cerah.
Agar mereka bisa melaut lagi.
Belum diketahui sampai kapan cuaca esktrem terjadi di Manado Sulawesi Utara, selama itu juga mereka harus putar otak untuk mendapatkan uang. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pemandangan-tak-biasa-nampak-di-Boulevard-Tuminting-Manado-Sulut-Kamis-2852026.jpg)