Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pantai di Manado

Sampah Kotori Pesisir Pantai Sindulang Manado, Nelayan Mengeluh Takut Parkir Perahu

Son nelayan setempat mengaku banyaknya kayu membuat nelayan terpaksa mengungsikan perahunya dari pesisir ke tanggul. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
SAMPAH: Pesisir pantai di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sulut, Kamis 28 Mei 2026. Terpantau kotor, banyak sampah. 

Ringkasan Berita:1.Pesisir pantai di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, terpantau kotor

‎2.Hal tersebut dipicu meluapnya DAS Tondano dan Tikala yang berakhir di Selat Manado. 

3.Amatan Tribunmanado.com, sampah di pesisir pantai beragam.Dari botol air mineral, ban mobil, busa, botol bir, bangkai hingga kayu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pesisir pantai di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, terpantau kotor, Kamis (28/5/2026). 

Hal tersebut dipicu meluapnya DAS Tondano dan Tikala yang berakhir di Selat Manado. 

Aneka sampah dari sungai terbawa ke laut dan pada akhirnya terdampar di pesisir pantai. 

Baca juga: Berita Populer Minahasa, Pintu Air DAS Tondano di Tonsea Lama Dibuka Penuh

Amatan Tribunmanado.com, sampah di pesisir pantai beragam. 

Dari botol air mineral, ban mobil, busa, botol bir, bangkai hingga kayu. 

Yang terakhir ini cukup banyak. 

Terlihat kayu kayu kecil bertumpuk di suatu sudut. 

Kayu berukuran besar juga marak. 

Son nelayan setempat mengaku banyaknya kayu membuat nelayan terpaksa mengungsikan perahunya dari pesisir ke tanggul. 

"Soalnya berbahaya, kayu kayu itu dapat merusak perahu," katanya. 

Ungkap dia, beberapa kali hantaman perahu merusak badan perahu. 

Bagi Son dan nelayan lainnya, perahu adalah segala-galanya. 

"Ini aset pencaharian kami satu satunya, kalau rusak sulit dibayangkan," kata dia. 

Selain merusak perahu, sampah -sampah tersebut mengotori pantai. 

Sebut dia, tak ada lagi kerja bakti serta pengangkutan sampah. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved