Nelayan di Manado
Nasib Nelayan di Manado Parkir Perahu Lantaran Cuaca Ekstrem, Ada yang Terpaksa Jadi Pemungut Sampah
Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1.Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
2.Son dan kawan-kawan tengah duduk di tepi pantai.
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Jejeran perahu parkir terlihat di sepanjang Boulevard Tuminting, Manado, Sulut, Kamis (28/5/2026).
Moncong perahu terlihat rapih dijejerkan oleh nelayan pemilik.
Sepertinya beberapa waktu kedepan nelayan belum akan melaut lagi.
Baca juga: Perahu Nelayan Parkir di Atas Tanggul Boulevard Tuminting Manado, Ternyata Ini Penyebabnya
Diduga lantaran cuaca yang tidak menentu menjadi penyebabnya.
Perahu nelayan parkir di atas tanggul tepi jalan.
Bagian bawah perahu menghadap ke atas.
Depan perahu menghadap ke laut.
Belakangnya menatap ke jalan.
Seorang nelayan yang ditemui Tribunmanado.com menunjuk ke arah lautan.
Di sana ombak tengah mengamuk.
"Ombak sangat keras,", kata Son, ketua kelompok nelayan Tandipang di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting.
Son dan kawan-kawan tengah duduk di tepi pantai.
Sambil menikmati kudapan ringan, mereka bicara tentang hidup yang semakin sulit.
Kadang mereka menertawakan ironi kehidupan yang tengah dialami.
Contohnya, ada yang dimarahi istri gara gara tak bawa pulang uang Son mengaku sudah hampir sepekan tak melaut.
"Kami tak mau ambil resiko," katanya.
Son dan kawan kawan adalah nelayan tulen.
Tak melaut berarti tak makan.
"Kami tak ada pekerjaan lain, hanya melaut dan jika seperti ini kami tak ada pendapatan," katanya.
Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
Dipungutnya sampah plastik yang hanyut dari laut ke pesisir.
"Itu sudah keadaan terpaksa sekali, sudah sangat butuh uang, sementara cuaca tidak baik-baik saja," katanya.
Dirinya berharap cuaca segera cerah.
Agar mereka bisa melaut lagi.
Belum diketahui sampai kapan cuaca esktrem terjadi di Manado Sulawesi Utara, selama itu juga mereka harus putar otak untuk mendapatkan uang. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pemandangan-tak-biasa-nampak-di-Boulevard-Tuminting-Manado-Sulut-Kamis-2852026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.