Nelayan di Manado
Sudah Seminggu Nelayan di Manado Kembali Melaut, Bergantung pada Cuaca
Arman, nelayan yang tergabung di komunitas nelayan Firdaus biasa menambatkan perahu di Kawasan Megamas bilang, sudah sepekan terakhir mereka melaut
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1.Sudah seminggu nelayan di Manado, Sulawesi Utara kembali melaut.2.Arman tengah menaikkan barang ke perahunya.3.Jika cuaca buruk, berangin dan gelombang tinggi, mereka tak melaut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah seminggu nelayan di Manado, Sulawesi Utara kembali melaut.
Itu lantaran cuaca sudah semakin membaik.
Arman, nelayan yang tergabung di komunitas nelayan Firdaus yang biasa menambatkan perahu di Kawasan Megamas bilang, sudah sepekan terakhir mereka melaut.
Baca juga: Cuaca Membaik, Nelayan Tradisional di Manado Kembali Turun Melaut
"Seminggu ini sudah turun tapi tidak full. Karena hari Minggu sempat hujan dan angin," katanya di area tambatan perahu Kawasan Megamas Manado, Rabu (4/2/2026) siang.
Lokasi tambatan perahu ini berada di sisi selatan Kawasan Megamas. Tidak jauh dari Megamall Manado.
Jika berjalan kaki hanya sekitar lima menit.
Letaknya hanya sekitar 100 meter dari jalan utama, Boulevard Manado.
Arman tengah menaikkan barang ke perahunya.
Ia bersiap turun melaut pada sore hari.
"Memang kalau melihat ini belum stabil. (Musim angin) barat masih ada. Sekarang lumayan teduh tapi cukup berangin," katanya.
Saat wawancara, cuaca Kota Manado siang itu begitu cerah. Matahari bersinar terik dan angin cukup kencang.
Ia bilang, nelayan tradisional seperti dirinya sangat bergantung pada cuaca.
Jika cuaca buruk, berangin dan gelombang tinggi, mereka tak melaut.
Seperti yang terjadi pada Desember hingga akhir Januari.
"Sebulan lebih perahu sandar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Nelayan-menyiapkan-peralatan-dan-perahu-persiapan-melaut-di-tempat-tambatan-Megamas.jpg)