Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pekerja Migran

Pekerja Migran Asal Manado Diduga Dianiaya di Libya, Sering Dilempari Majikan dengan Benda Tajam

Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Arthur_Rompis/Ist
DIDUGA DIANIAYA - Pekerja Migran asal kota Manado (kanan) Meylani Madalombang. Ia diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya.  

Ringkasan Berita:
  • Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya
  • Hingga kini, wanita malang ini terjebak di negara tersebut dalam keadaan sakit
  • Segala daya untuk memulangkan Meylani seperti membentur tembok tebal

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah sedih kembali terdengar dari pekerja migran Indonesia di Timur Tengah. 

Kali ini datang dari Meylani Madalombang. 

Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya

Tak tahan, Meylani ingin pulang. 

Tapi sulit. 

Hingga kini, wanita malang ini terjebak di negara tersebut dalam keadaan sakit.

Tribun manado beroleh video Meylani. Dalam video itu, Meylani minta tolong sambil menangis. 

"Saya korban TPPO, awalnya dijanjikan penyalur untuk bekerja di Turki, tapi kemudian saya dibawa ke Dubai dan setelah itu Libya, disini saya terjebak selama 11 bulan, bekerja sebagai IRT tanpa surat kontrak, saya dipekerjakan secara berlebihan, dieksploitasi, saya tak kuat, saya sudah sakit tulang belakang saya, majikan tak mau memulangkan saya, saya minta tolong pada menteri luar negeri, BP2MI dan Menteri HAM," kata dia. 

Tribun manado menjumpai keluarga Meylani di Kelurahan Paal IV Lingkungan empat, Kecamatan TIkala, kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (23/1/2026). 

Mereka tampak seperti sudah putus asa. 

Segala daya untuk memulangkan Meylani seperti membentur tembok tebal. 

"Kami sudah coba berbagai cara, tapi tidak berhasil," katanya Olivia Sangkay, adik korban sambil berurai air mata. 

Ia bercerita sang kakak diduga mengalami penyiksaan di dua majikannya. 

Pada majikan pertama di Benghazi, Meylani kerap mendapat lemparan benda tajam dari majikan perempuannya.

"Sebuah lemparan pisau melukai tangan kakak saya, kakak lantas minta pengobatan tapi tak diberikan," katanya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved