Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pekerja Migran

Identitas Perempuan Manado Diduga Disiksa Majikan di Libya, Minta Bantuan Presiden dan Gubernur YSK

Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami penganiayaan oleh majikan di Libya

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
PENGANIAYAAN - Olivia Sangkay (baju hitam) adik. Meylani Madalombang (berkerudung)Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya. 

Ringkasan Berita:
1.Perempuan tersebut bernama Meylani Madalombang.
 
2.Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami penganiayaan oleh majikan di Libya
 
3.Di Libya ia terjebak selama 11 bulan, bekerja sebagai IRT tanpa surat kontrak.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak pekerja migran Indonesia di luar negeri yang mendapatkan perlakuan tak wajar.

Satu di antaranya dialami oleh seorang perempuan asal Manado, Sulawesi Utara.

Perempuan tersebut bernama Meylani Madalombang.

Baca juga: Pekerja Migran Asal Manado Diduga Dianiaya di Libya, Sering Dilempari Majikan dengan Benda Tajam

Ia kini bekerja di Libya.

Jarak antara Indonesia dan Libya mencapai 10.722 kilometer ditempuh sekitar 20 jam menggunakan transportasi udara.

Padahal awalnya ia dijanjikan bekerja di Turki.

Banyak perlakukan tidak wajar dari majikannya, hingga meminta bantuan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk dipulangkan.

Pekerja Migran asal kota Manado, Sulut ini, diduga mengalami penganiayaan oleh majikan di Libya
 
Tak tahan, Meylani ingin pulang. 

Tapi sulit. 

Hingga kini, terjebak di negara tersebut dalam keadaan sakit.

Tribun manado beroleh video Meylani. Dalam video itu, Meylani minta tolong sambil menangis. 

"Saya korban TPPO, awalnya dijanjikan penyalur untuk bekerja di Turki, tapi kemudian saya dibawa ke Dubai dan setelah itu Libya," katanya.

Di Libya ia terjebak selama 11 bulan, bekerja sebagai IRT tanpa surat kontrak.

"Saya dipekerjakan secara berlebihan, dieksploitasi, saya tak kuat, saya sudah sakit tulang belakang saya, majikan tak mau memulangkan saya, saya minta tolong pada menteri luar negeri, BP2MI dan Menteri HAM," kata dia. 

Tribun manado menjumpai keluarga Meylani di Kelurahan Paal Empat lingkungan empat, Kecamatan TIkala, kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (23/1/2026). 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved