Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Cara Mudah Kenali Tanda Umum Stroke Dengan FAST, Jangan Abaikan Jika Itu Terjadi

Risiko kematian dan disabilitas akibat stroke bisa dikurangi dengan cepat mengenali gejala atau tanda umum stroke.

Editor: Alpen Martinus
Tribun Sumsel
STROKE: Ilustrasi Stroke, kenali sejak dini gejala stroke dengan FAST 

“Mengenali gejala stroke penting, tidak hanya bagi pasien berisiko tinggi, tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga, karena stroke dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.  Hal ini juga penting untuk diketahui bagi masyarakat produktif di lingkungan kerjanya”, ujar Head of Medical PT Anugerah Pharmindo Lestari, a Zuellig Pharma Company, dr. Richard Santoso ditulis di Jakarta.

Tahun ini, kampanye World Stroke Day 2025 mengusung tema “Every Minute Counts” atau dapat diartikan setiap menit sangat berharga. 

Berdasarkan panduan yang diterbitkan oleh European Stroke Organization pada tahun 2021, risiko kecacatan pasien dengan Acute Ischemic Stroke (AIS) dapat diminimalisir apabila segera dilakukan terapi dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak munculnya gejala. 

Sehingga sangat penting bagi pasien dan keluarganya untuk bisa segera sampai ke rumah sakit dalam kurun waktu tersebut.

Pastikan rumah sakit yang dicapai merupakan rumah sakit yang memiliki tim stroke dan dapat mengaktivasi Code Stroke. 

Saat ini, sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang memiliki layanan Siaga Stroke atau Stroke Ready Hospital.  Apabila dibutuhkan, masyarakat dapat melihat secara lebih detail rumah sakit siaga stroke terdekat melalui laman Stroke Society.

Stroke dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. 

Dengan mengenali gejala awal, memahami pentingnya golden period 4,5 jam, serta mengetahui lokasi fasilitas kesehatan dengan layanan siaga stroke, setiap orang dapat berperan dalam menyelamatkan nyawa. 

Jangan abaikan gejala yang muncul, segera larikan ke unit gawat darurat rumah sakit siaga stroke terdekat. 

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terdapat 8,3 penderita stroke per 1.000 penduduk, meningkat dari 7 per 1.000 penduduk pada tahun 2013, dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. 

Stroke saat ini masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, bahkan tercatat tertinggi di Asia Tenggara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved