Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Sangihe

Dinas Pariwisata Sangihe Gelar Pelatihan Rescue Diver, Siapkan Pemandu Wisata Selam Profesional

“Kami berharap peserta pelatihan ini menjadi agen perubahan dan ikut aktif dalam pengembangan wisata bawah laut di Sangihe,”

Tribunmanado.com/HO
PEMKAB SANGIHE - Pelatihan rescue diver yang digelar selama dua hari di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (28/7/2025). Pelatihan ini menghadirkan instruktur selam profesional dari PADI, Jhonlihar Mamuka, dan diikuti oleh enam peserta yang merupakan calon pemandu wisata selam. 

TRIBUNMANADO.COM, SANGIHE - Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kepulauan Sangihe terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata bahari.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan rescue diver yang digelar selama dua hari pada 28–29 Juli 2025.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur selam profesional dari PADI, Jhonlihar Mamuka, dan diikuti oleh enam peserta yang merupakan calon pemandu wisata selam.

Kepala Dinas Pariwisata, Sonny Kapal, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknik penyelamatan dan pertolongan di bawah air.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknik penyelamatan dan pertolongan di bawah air, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan saat melakukan wisata selam di Perairan Sangihe,” ujar Kapal kepada Tribunmanado.com, Senin (28/7/2025).

pelatihan rescue diver yang digelar selama dua hari pada 28
PEMKAB SANGIHE - Pelatihan rescue diver yang digelar selama dua hari di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (28/7/2025). Pelatihan ini menghadirkan instruktur selam profesional dari PADI, Jhonlihar Mamuka, dan diikuti oleh enam peserta yang merupakan calon pemandu wisata selam.

Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar pengembangan wisata kepulauan di Sangihe.

Jika sebelumnya fokus hanya pada wisata bahari, kini pendekatannya diperluas mencakup wisata darat dan udara.

“Kawasan mangrove juga kami kembangkan karena memiliki nilai edukasi dan konservasi yang tinggi. Mangrove penting untuk menyaring polusi dan menghasilkan oksigen,” tambahnya.

Tak hanya itu, Sangihe juga memiliki potensi wisata bawah laut yang sangat menarik, salah satunya adalah spot penyelaman shipwreck atau bangkai kapal yang berada di perairan sekitar Pelabuhan Tua.

“Bangkai kapal ini diperkirakan sudah berusia hampir 100 tahun dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun kondisinya mulai rusak, sehingga dibutuhkan keterlibatan penyelam terlatih untuk ikut menjaganya,” tutur Kapal.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sulawesi Utara Rabu 30 Juli 2025, Info BMKG Potensi Cerah hingga Hujan Ringan

Baca juga: Kecelakaan Maut, 3 Orang Tewas, Mobil Hilang Kendali Tabrak Truk

Ia berharap, peserta pelatihan ini nantinya dapat menjadi agen perubahan dan turut aktif dalam menjaga serta mengembangkan potensi wisata bawah laut di Sangihe.

“Kami berharap peserta pelatihan ini menjadi agen perubahan dan ikut aktif dalam pengembangan wisata bawah laut di Sangihe,” pungkasnya.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved