Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KM Barcelona Alami Musibah

3 Kisah Penyelamatan Saat KM Barcelona VA Terbakar Perairan Talise Minut

Padahal, kurang lebih satu jam lagi kapal itu akan sandar di Pelabuhan Manado. Saat kejadian, para penumpang tenggelam dalam rutinitas masing-masing.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.com/HO
KECELAKAAN KAPAL - KM Barcelona VA dan daftar penumpang. Berikut kisah penyelamatan saat KM Barcelona VA terbakar di Perairan Talise, Minut. 

Berjam jam lamanya ratusan penumpang terombang ambing di lautan sebelum ditolong para nelayan dari pulau Gangga. Sebanyak tiga orang dinyatakan tewas. Dua lainnya masih dalam pencarian.

Begitu tahu kapal terbakar, hal pertama yang dilakukan Irene adalah mengabari keluarganya mengenai kebakaran itu. Sesudah ia menenangkan pasiennya.

AKSI HEROIK - Foto suasana proses evakuasi penumpang KM Barcelona VA, Minggu (20/7/2025). Solidaritas para nelayan yang mengevakuasi korban KM Barcelona VA sempat menjadi sorotan di media sosial. Aksi heroik mereka telah menyelamatkan ratusan penumpang dari tragedi kebakaran yang terjadi di Perairan Talise, Minahasa Utara, pada Minggu (20/7/2025).
AKSI HEROIK - Foto suasana proses evakuasi penumpang KM Barcelona VA, Minggu (20/7/2025). Solidaritas para nelayan yang mengevakuasi korban KM Barcelona VA sempat menjadi sorotan di media sosial. Aksi heroik mereka telah menyelamatkan ratusan penumpang dari tragedi kebakaran yang terjadi di Perairan Talise, Minahasa Utara, pada Minggu (20/7/2025). (Dok. Warga/Pj Hukum Tua Gangga Dua P Sembiring)

"Secara manusia saya juga takut, tapi saya harus mengalahkan rasa itu demi menenangkan pasien saya," kata dia.

Irene lantas keluar kamar. Maksudnya berburu pelampung. Suasana kacau. Orang - orang berlarian.

Teriakan terdengar di mana mana. Perebutan pelampung terjadi. Ia beruntung.

"Saya dapat dua pelampung," katanya.

Irene kembali ke pasiennya.

Ia melepas berbagai peralatan medis di tubuh sang pasien.

"Saya pakaikan pelampung ke pasien dan ia menolak, katanya saya saja dulu yang pakai, tapi saya memaksa agar ia yang lebih dulu pakai pelampung," katanya.

Pasien Irene adalah seorang perwira polisi. Ia menderita sakit jantung, hingga mustinya belum boleh berjalan.

Tapi situasi kritis mengharuskannya berjalan.

"Saya menuntunnya berjalan," kata dia. Yang dituju adalah sebuah pintu keluar. Ternyata disana sudah ada banyak orang yang antre untuk melompat.

"Saya kemudian melihat ada suatu sudut yang memungkinkan untuk melompat, dan kami berdua melompat dari sana," katanya. Di air, sang pasien mengaku bisa berenang. Tapi Irene tak membiarkannya.

"Saya katakan, bapak nanti saya tarik," kata dia. Dengan tangan kiri ia menarik si polisi dan tangan kanannya mengayuh di lautan. 

Tengah berenang, Irene menemukan seorang pria dan anaknya tengah dalam sakratul maut. Sang anak tak punya pelampung dan si pria susah payah membopong si anak.

Baca juga: Selangkah Lagi Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Terungkap, Penyidik Tinggal Lakukan Hal Ini

Baca juga: Seorang Pemuda di Kelurahan Kairagi Satu Manado Ditemukan Tewas

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved