KM Barcelona Alami Musibah
3 Kisah Penyelamatan Saat KM Barcelona VA Terbakar Perairan Talise Minut
Padahal, kurang lebih satu jam lagi kapal itu akan sandar di Pelabuhan Manado. Saat kejadian, para penumpang tenggelam dalam rutinitas masing-masing.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Isvara Savitri
Saat melompat di air, Mamay mengangkat tangannya tinggi tinggi.
Maksudnya agar ponselnya tak basah.
"Tapi ternyata saya jatuh dengan kuat hingga ponsel itu ikut kecebur dan basah," kata dia.
Ajaibnya ponsel itu tak kenapa-napa. Namun sinyal di ponselnya sisa satu batang. Ia terancam tak bisa live.
Tapi anehnya ponsel itu bisa live, bahkan siarannya jernih.
"Ini sesuatu yang aneh, ajaib," kata dia.
Tengah terombang ambing di laut, Mamay ketemu seorang ibu yang minta tolong agar memegang anaknya.
Mamay yang jatuh iba mengiyakan permintaan itu.
"Anak itu tanpa pelampung, ibunya tampak sangat kelelahan," katanya. Mamay berupaya memegang Lyora, bocah berusia 2 tahun tersebut.
Saat si anak menangis, Mamay dengan sabar menghiburnya.
Mamay berteriak minta tolong.
Si anak pun teriak minta tolong. Saat Mamay kelelahan dan tak bisa berteriak, si anak berteriak pada kapal yang melintas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Minahasa Utara Sulawesi Utara Besok Minggu 27 Juli 2025
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 8 Halaman 40-41 Kurikulum Merdeka
Adegan Mamay bersama Lyora terekam dalam live dan belakangan jadi ikon penyelamatan yang dramatis dan simbol cinta kasih antar sesama manusia. Kisah persaudaraan Mamay dan Lyora berlanjut usai peristiwa itu.
Kedua keluarga bak satu keluarga dan netizen mengusulkan agar Mamay yang belum punya anak mengangkat Lyora sebagai anak angkat.
3. Leon dan Sang Ayah
Kisah penyelamatan dramatis dialami Leon.
Bayi berusia dua bulan ini selamat berkat iman dari sang ayah Yongki.
Saat kejadian nahas itu, Leon beserta ayah, ibu, dan neneknya di kapal itu.
Sialnya, mereka hanya punya dua pelampung. Dalam keadaan seperti itu, Yongki musti berpikir cepat.
Kedua pelampung itu diberikan pada istri dan ibunya. Sedang Yongki dan Leonardo tanpa pelampung.
"Saat itu istri dan mertua saya langsung melompat, sedang kami turun ke dek yang paling rendah untuk melompat dari sana," kata dia. Cara turun ngeri-ngeri sedap. Yongki dan Leonardo turun lewat jendela kapal.
"Saya bergelantungan, karena mau lewat tangga sudah banyak api," katanya.
Akhirnya Yongki melompat dari dek berjarak enam meter dari air.
Ia berusaha keras agar Leonardo tak kemasukan air kala kecebur.
"Tangan yang memegang Leonardo saya angkat ke atas," katanya.
Seterusnya ia berenang dengan satu tangan yang mengangkat Leonardo ke atas.
Yongki mencari sterofom yang hanyut. Ketemu.
"Itu agaknya sterofom untuk mengangkut ikan, Leonardo saya taruh di sana," katanya.
Istri dan ibunya menuju ke lokasi Leon dan ayahnya. Di tengah lautan, di antara hidup dan mati, mereka saling menguatkan. Hingga akhirnya berhasil diselamatkan nelayan.
"Ia memang saya namakan Leonardo, arti dari Leonardo adalah seorang pemberani," katanya.
Data dan Kronologi
KM Barcelona VA VA sedianya berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (19/7/2025) pukul 18.00 WITA.
Karena cuaca ekstrem, kapal tujuan Pelabuhan Manado ini akhirnya berangkat Minggu (20/7/2025) dini hari.
Namun saat berada di perairan dekat Pulau Gangga, Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 13.00 WITA, KM Barcelona VA VA terbakar.
Lokasi kejadian dengan Pelabuhan Manado berjarak kurang lebih 20 mil atau sekira 1,5 jam lagi tiba.
Karena api makin membesar, para penumpang kapal berlompatan ke laut. Sebagian besar mendapat baju pelampung.
Namun tak sedikit penumpang lainnya tak kebagian life jacket. Termasuk sejumlah anak-anak dan perempuan.
Kapal ini memuat 580 orang. Padahal kapasitas kapal 450 penumpang.
Sementara berdasarkan manifest kapal tercatat membawa 280 penumpang.
Manifest kapal adalah dokumen resmi yang berisi daftar lengkap barang (kargo), penumpang, dan awak kapal yang diangkut oleh kapal laut.
Dokumen ini berfungsi sebagai catatan hukum, digunakan untuk berbagai keperluan seperti bea cukai, operasional pelabuhan, dan pelacakan pengiriman.
Akibat kejadian tersebut, 3 penumpang meninggal, 2 dilaporkan hilang dan lainnya selamat. Namun lebih 50 korban sempat dirawat di rumah sakit, termasuk ibu hamil.
Polisi telah menetapkan nakhoda KM Barcelona VA VA Iknosi Bawotong sebagai tersangka dan menahannya.
Hingga hari ini, penyebab KM Barcelona VA VA terbakar belum diketahui. Api diduga dari salah satu kamar penumpang.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi insiden ini.
KM Barcelona VA VA merupakan milik PT. Surya Pacific Indonesia, salah satu operator kapal laut yang beroperasi di Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara.
Selain KM Barcelona VA VA, PT SPI juga membawahi KM Barcelona VA I, II, III, KM Venecian.(*)
(Tribunmanado.com/Arthur Rompis)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado, dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| 3 Kapal PT SPI Belum Diizinkan Berlayar Imbas Tragedi KM Barcelona VA, KSOP Manado Ungkap Alasannya |
|
|---|
| Jawaban KSOP Manado Soal Polda Sulut Tetapkan 7 Tersangka Kebakaran Kapal Barcelona 5 |
|
|---|
| 7 Orang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran KM Barcelona VA, Akademisi Unsrat Manado: Harus Diusut Tuntas |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Pasal yang Memberatkan 7 Tersangka Kasus Kebakaran KM Barcelona, Terbukti Lalai |
|
|---|
| 7 Tersangka Kasus Kebakaran KM Barcelona VA Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sudjsfjnduygnfhjgnuighijm.jpg)