Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kisah Ikra dan Raisa, Siswa SMP di Manado Tak Tahu Harus Sekolah di Mana, Kepsek: Saya Tidak Jamin

Semua sekolah yang didatangi menjawab sama: kuota penuh. Tak ada tempat. Tak ada ruang. Tak ada harapan

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Arthur Rompis/Tribun manado
PERTEMUAN - Ikra dan Raisa serta keluarga saat hearing dengan anggota Komisi IV DPRD Manado, Selasa (15/7/2025). Nasib keduanya terombang-ambing. 

Akademisi Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, dari Universitas Negeri Manado, menyesalkan situasi ini. Menurutnya, sistem PPDB saat ini sering mengabaikan prinsip keadilan sosial dalam pendidikan.

"Apa arti konstitusi, apa arti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika dua anak miskin bahkan tidak bisa masuk SMP di kotanya sendiri?," tegasnya.

Dalam konstitusi, dalam undang-undang, bahkan dalam hati nurani bangsa, pendidikan adalah hak, bukan kemewahan. Tapi hari ini, di Manado, dua anak bangsa terdiam di ambang pintu sekolah yang tidak pernah terbuka.

Kini, Ikra dan Raisa masih di rumah, menatap buku-buku lama yang tak tahu kapan bisa digunakan lagi karena nasib mereka masih tergantung di udara.

Dan mungkin, malam ini, saat anak-anak lain mempersiapkan seragam untuk esok hari, Ikra dan Raisa hanya bisa memeluk harapan yang makin tipis sambil menunggu, entah sampai kapan ada tangan yang benar-benar mau menolong. (Tribun Manado/Indri Panigoro)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved