Catata Wartawan
Rumah Kopi Jiwa
Mengapa rumah kopi? Karena rumah kopi di Manado bukan sekedar rumah yang ada kopinya. Tapi sebuah jiwa.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Saya pernah mewawancarai seorang pemilik rumah kopi tua di Manado.
Rumah kopinya konon yang paling tua di Manado.
Nama rumah kopi itu dulunya Tong Fang.
Kini disebut Cahaya Timur.
Cerita sang pemilik, Tong Fang di masa jayanya dulu sangat ramai.
Waktunya bukanya mulai pukul 2 pagi.
"Ini dulunya sangat ramai," katanya.
Rumah kopi itu mulai sepi di awal tahun 2000 an seiring tumbuhnya bisnis rumah kopi di Manado.
Kemudian muncul Covid 19.
Untuk bertahan, terpaksa ia tak mengerjakan orang.
Semuanya dikerjakan sendiri, dari barista, melayani tamu hingga kasir.
Sampai kapan bertahan ?
"Ini warisan orang tua, saya bertekad bertahan karena masih ada yang suka kopi ini," kata dia.
Ikhtiarnya itu juga serasa harapan kita semua ; jangan sampai rumah kopi kuno punah, karena merekalah jiwa kita. (Arthur Rompis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/KOPI-Ilustrasi-Kopi-13-Juli-2025-56567.jpg)