Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Wilmar Group, Produsen Sawit yang Duitnya Disita Kejagung Rp 11 T

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan bahwa total dana yang telah disita dari kelompok usaha raksasa ini mencapai Rp 11,8 triliun.

Istimewa/HO
WAJIB TAHU - Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Wilmar Group, Produsen Sawit yang Duitnya Disita Kejagung Rp 11 T. Wilmar Group tengah menjadi perhatian publik nasional setelah lima anak perusahaannya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. 

Kilang yang dibangunnya di Dumai mulai beroperasi pada tahun 1993, dan terus diperluas hingga berkapasitas 2.400 MT/hari pada tahun 1995.

"Bisnis di Indonesia berkembang pesat dan kini kami menjadi penyuling minyak sawit, penggilingan inti sawit dan kopra terbesar, serta produsen lemak khusus, oleokimia, biodiesel, dan minyak kemasan konsumen di negara ini," tulis Wilmar International dalam situs resminya.

Wilmar Group kini menjadi salah satu perusahaan pengolahan minyak sawit terkemuka di Asia.

Perusahaan ini berfokus pada budidaya kelapa sawit, penghancuran biji minyak, penyulingan minyak nabati, penggilingan tepung dan beras, penggilingan dan penyulingan gula, manufaktur produk konsumen, makanan siap saji, produk dapur pusat, lemak khusus, oleokimia, biodiesel dan pupuk serta operasi taman makanan. 

Pemilik Wilmar Group yang baru

Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Matua Sitorus dan Kuok Group kemudian menggandeng investor besar lainnya masuk ke dalam Wilmar, yakni Archer Daniels Midland (ADM) Amerika Serikat pada 1993.

Dengan sokongan keuangan tambahan dari ADM, Wilmar International terus menambah jumlah pabriknya. Perusahaan membuka banyak pabrik baru termasuk di China, Bangladesh, Australia, dan Afrika.

Perusahaan juga merambah bisnis kepemilikan kapal tanker dengan kapasitas 6.000 metrik ton, dan kini sudah berkembang menjadi 5 kapal tanker yang bila digabung berkapasitas 2.8 juta metrik ton.

Hingga sekarang, total saham ADM adalah sebesar 20 persen di Wilmar Group. Perusahaan AS ini menjadi pemegang saham dominan bersama dengan Kuok Group.

Di Indonesia, produk minyak goreng paling terkenal dari Grup Wilmar adalah Sania dan Fortune. Kedua merek ini menguasai pasar minyak goreng kemasan sangat besar di Tanah Air.

"Grup ini memiliki lebih dari 1.000 pabrik di lebih dari 30 negara dan wilayah. Jaringan distribusi yang luas meliputi China, India, Indonesia, dan sekitar 50 negara dan wilayah lainnya," tulis Wilmar Group di laman resminya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved