Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Wilmar Group, Produsen Sawit yang Duitnya Disita Kejagung Rp 11 T

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan bahwa total dana yang telah disita dari kelompok usaha raksasa ini mencapai Rp 11,8 triliun.

Istimewa/HO
WAJIB TAHU - Akhirnya Terungkap Siapa Pemilik Wilmar Group, Produsen Sawit yang Duitnya Disita Kejagung Rp 11 T. Wilmar Group tengah menjadi perhatian publik nasional setelah lima anak perusahaannya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. 

Namun ketimbang di Indonesia, perusahaan ini memilih mencatatkan diri di Bursa Efek Singapura atau Singapore Stock Exchange (SGX). Wilmar International Ltd pernah masuk sebagai perusahaan sawit terbesar dunia pada tahun 2018.

Dikutip dari laman resmi SGX, Wilmar International Limited terdaftar di Bursa Efek Singapura sejak 20 Juli 2000. Kantor pusatnya berada di 28 Biopolis Road Wilmar International, Singapore 138568.

"Wilmar International Limited, didirikan pada tahun 1991 dan berkantor pusat di Singapura, saat ini merupakan grup agribisnis terkemuka di Asia," tulis SGX di situs resminya.

Masih menurut informasi dari SGX, Wilmar berada di antara perusahaan-perusahaan tercatat terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Singapura.

Sementara dilihat dari laman resmi Wilmar International, pemegang saham mayoritas Wilmar Group adalah Kuok Group dan Archer Daniels Midland Company (ADM).

Kuok Group awalnya bernama Kuok Brothers Private Limited yang didirikan pada tahun 1949 di Johor Bahru, Malaysia. Bisnis awalnya adalah perdagangan beras, gula, dan tepung terigu.

Namun kini Kuok Group menjelma menjadi perusahaan multinasional yang bisnisnya berkembang di sektor properti, hotel, logistik, media, pelayaran, dan kelapa sawit.

Dalam situs resminya disebutkan, awal terbentuknya Wilmar International bermula dari kerja sama pemilik Kuok Group Kuok Khoon Hong dengan Martua Sitorus yang berasal dari Indonesia.

Keduanya mendirikan perusahaan patungan Wilmar Trading Pte Ltd pada 1 April 1991.

Kala itu modal awalnya hanya sebesar 100.000 dollar Singapura dengan 5 orang karyawan.

Titik balik perusahaan ini adalah ketika membuka perkebunan kelapa sawit di Sumatera, Indonesia.

Proyek pertama perusahaan tersebut adalah pendirian PT Agra Masang Perkasa (AMP).

Perusahaan ini mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 7.000 hektare di Sumatera Barat. Kini, Wilmar merupakan salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan operasi hulu di Indonesia, Malaysia, Uganda, Pantai Gading, Ghana, dan Nigeria.

Bisnis sawit Wilmar Group ini kemudian terus membesar.

Tak hanya mengelola kebun sawit, perusahaan ini kemudian masuk ke hilir dengan mendirikan pabrik penggilingan inti sawit berkapasitas 50 MT/hari di Sumatera Utara dan kilang berkapasitas 700 MT/hari di Dumai.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved