Wajib Tahu
Siapa Pemilik Pakuwon Mall Semarang? Calon Mal dan Proyek Raksasa Superblok Terbesar di Indonesia
Sebuah mal megah yang diklaim bakal menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia tengah dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektare.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Semarang bersiap menyambut lahirnya ikon baru dunia ritel.
Sebuah mal megah yang diklaim bakal menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia tengah dibangun di atas lahan seluas 12,7 hektare.
Proyek ambisius ini menghadirkan konsep superblok modern dengan net leasable area (NLA) mencapai 214.000 meter persegi, yang akan dibangun dalam dua tahap.
Baca juga: Siapa Pemilik BCA? Bank Swasta Tersukses di Indonesia, Jawara Laba Bersih Terbesar Versi Fortune
Pada tahap pertama, luas area sewa yang disiapkan mencapai 134.000 meter persegi. Angka ini saja sudah cukup menjadikannya mal terbesar di Semarang.
Tahap berikutnya akan menambah 80.000 meter persegi, sehingga total NLA mencapai 214.000 meter persegi.
Dengan ukuran tersebut, Mal Pakuwon Semarang diproyeksikan langsung melampaui rekor Pakuwon Mall Surabaya yang saat ini masih menyandang predikat mal terbesar di Indonesia dengan NLA 200.000 meter persegi.
Siapa pemilik Pakuwon Mall Semarang?
Sebagai informasi, pemilik Pakuwon Mall Semarang adalah PT Pakuwon Jati Tbk, sebuah perusahaan raksasa properti yang berbasis di Surabaya.
Perusahaan ini berdiri pada 1982 dengan proyek perdana berupa pembangunan Tunjungan Plaza, pusat perbelanjaan modern pertama di Surabaya. Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 1989, perusahaan tersebut resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dengan kode emiten PWON.
Mengutip laman Profil Perusahaan Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham mayoritas PWON adalah PT Pakuwon Arthaniaga dengan kepemilikan sebanyak 68,68 persen.
PT Pakuwon Arthaniaga adalah perusahaan milik konglomerat Alexander Tedja yang juga tercatat menjadi Komisaris Utama PT Pakuwon Jati Tbk. Sementara kepemilikan publik di PWON adalah sebesar 31,01 persen.
Alexander Tedja dikenal luas sebagai raja properti Indonesia. Menariknya, kiprah bisnisnya tidak langsung dimulai dari sektor properti, melainkan dari dunia hiburan.
Pada awal kariernya, Alex terjun ke industri perfilman dan bioskop. Ia mendirikan sejumlah perusahaan, antara lain PT ISAE Film pada 1972, PT Menara Mitra Cinema Corp pada 1977, serta PT Pan Asiatic Film pada 1991.
Seiring waktu, Alex mulai merambah bisnis lain. Pada 1982, ia melakukan ekspansi ke sektor properti dengan mendirikan PT Pakuwon Jati Tbk.
Langkah awalnya ditandai dengan pembelian lahan di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, untuk membangun proyek pertamanya, Plaza Tunjungan I, yang resmi beroperasi pada 1986.
Kesuksesan proyek perdana tersebut membuka jalan bagi pengembangan berikutnya. PT Pakuwon Jati kemudian melanjutkan pembangunan Plaza Tunjungan II dan III, disusul Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Menara Mandiri, Kondominium Regensi, hingga Plaza Tunjungan IV yang seluruhnya rampung dan beroperasi sekitar tahun 2002.
Generasi kedua pemilik Pakuwon Mall
| Kabar Terbaru Kamaruddin Simanjuntak, Dulu Berani Lawan Ferdy Sambo Kini Disebut Sakit Kiriman Orang |
|
|---|
| Masih Ingat Kamaruddin? Dulu Dikenal Pengacara Berani Lawan Ferdy Sambo, Begini Kabarnya Sekarang |
|
|---|
| Ini 8 Sekolah Kedinasan Akreditasi Unggul 2026, Kuliah Gratis dan Peluang Lulus Jadi CPNS hingga TNI |
|
|---|
| Ramai Soal KTP Tak Perlu untuk Check-in Hotel, Ini Klarifikasi Resmi Dukcapil |
|
|---|
| Daftar 11 Kosmetik Berbahaya yang Ditarik BPOM, Ada yang Mengandung Merkuri hingga Pemicu Kanker |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pakuwon-Hills-Semarang.jpg)