Advertorial
PT VFI Mitra Minta Perlindungan Pemerintah, Aksi Anarkis Warga di Silian Ancam Iklim Investasi Sulut
Aksi Anarkis Warga di Silian Ancam Iklim Investasi Sulawesi Utara. PT Viola Fibres International Mitra Minta Perlindungan Pemerintah.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Perwakilan ormas meminta karyawan PT VFI untuk menurunkan seluruh alat berat yang ada dilingkungan kebun dengan kata lain berusaha menutup perusahaan.
Disampaikan oleh karyawan PT VFI, membutuhkan waktu setidaknya satu hari untuk menurunkan sebab berkaitan dengan jarak dan operator alat berat tersebut.
"Namun yang terjadi justru kami mendapati bahwa salah satu anggota ormas tersebut secara diam-diam melakukan live pada medsos miliknya dengan menarasikan adanya bahaya kegiatan illegal penebangan ribuan pohon pinus di hutan lindung yang memancing komentar masyarakat terhadap kekhawatiran terjadinya banjir," jelasnya.
Akibat kegiatan live tersebut datang massa yang lebih banyak dan akhirnya terjadi tindakan anarki penjarahan dan pembakaran seluruh bangunan berupa mess pekerja, kantor, gudang dan pabrik mesin.
"Peristiwa pembakaran mulai terjadi sekitar pukul tujuh malam. Kondisi waktu itu sangat gelap karena kami tidak diperbolehkan menyalakan genset," katanya.
PT VIF sebagai investor merasa sangat kecewa atas tindakan premanisme berkedok ormas, yang dengan mudahnya menggiring opini masyarakat dengan berita-berita hoax sehingga
menimbulkan kerugian yang sangat besar kepada kami selaku pelaku usaha.
Ikmawan mengungkapkan, kerugian materi yang diakibatkan aksi sepihak itu tidak kurang dari Rp 7 miliar.
Katanya, tindakan premanisme ini tidak dapat dibenarkan sebab Indonesia adalah negara hukum.
Adanya tindakan anarki yang dilakukan oleh masyarakat yang tergiring oleh hoax justru berimbas pada preseden negative terhadap keamanan berinvestasi di Provinsi Sulawesi Utara. (ndo/ord/adv)