Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Advertorial

PT VFI Mitra Minta Perlindungan Pemerintah, Aksi Anarkis Warga di Silian Ancam Iklim Investasi Sulut

Aksi Anarkis Warga di Silian Ancam Iklim Investasi Sulawesi Utara. PT Viola Fibres International Mitra Minta Perlindungan Pemerintah.

|
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Dokumentasi PT VIF/HO
DIREKTUR - Direktur Utama PT Viola Fibres International (VIF), Ikmawan Prakarsa (kiri) menjelaskan peristiwa yang terjadi di lokasi perusahaan, Jumat (30/5/2025).  

Perwakilan ormas meminta karyawan PT VFI untuk menurunkan seluruh alat  berat yang ada dilingkungan kebun dengan kata lain berusaha menutup perusahaan. 

Disampaikan oleh karyawan PT VFI, membutuhkan waktu setidaknya satu hari untuk menurunkan sebab berkaitan dengan jarak dan operator alat berat tersebut. 

"Namun yang terjadi justru kami mendapati  bahwa salah satu anggota ormas tersebut secara diam-diam melakukan live pada medsos miliknya  dengan menarasikan adanya bahaya kegiatan illegal penebangan ribuan pohon pinus di hutan lindung  yang memancing komentar masyarakat terhadap kekhawatiran terjadinya banjir," jelasnya. 

Akibat kegiatan live tersebut datang massa yang lebih banyak dan akhirnya terjadi tindakan anarki  penjarahan dan pembakaran seluruh bangunan berupa mess pekerja, kantor, gudang dan pabrik  mesin. 

"Peristiwa pembakaran mulai terjadi sekitar pukul tujuh malam. Kondisi waktu itu sangat gelap karena kami tidak diperbolehkan menyalakan genset," katanya. 

PT VIF sebagai investor merasa sangat kecewa atas tindakan premanisme berkedok  ormas, yang dengan mudahnya menggiring opini masyarakat dengan berita-berita hoax sehingga  
menimbulkan kerugian yang sangat besar kepada kami selaku pelaku usaha. 

Ikmawan mengungkapkan, kerugian materi yang diakibatkan aksi sepihak itu tidak kurang dari Rp 7 miliar. 

Katanya, tindakan premanisme  ini tidak dapat dibenarkan sebab Indonesia adalah negara hukum.

Adanya tindakan anarki yang dilakukan oleh masyarakat yang tergiring oleh hoax justru berimbas pada preseden negative terhadap  keamanan berinvestasi di Provinsi Sulawesi Utara. (ndo/ord/adv) 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved