Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Rudapaksa Oknum Pengacara

2 Pengacara Terlibat Kasus Pemerkosaan Menanti Sidang di Pengadilan Negeri Manado

"Kita telah tahan di rutan untuk sementara, dan tahap selanjutnya berkas mereka dilimpahkan ke pengadilan," jelas Arthur, Rabu (28/5/2025).

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.com/Ferdi Guhuhuku
KEJARI MANADO - Kasie Intel Kejari Manado Arthur Piri dan Kasi Pidum Kejari Manado Taufiq Fauzie saat memberikan penjelasan terkait dua tersangka pemerkosaan oknum pengacara yang ditahan. Dua tersangka masih menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Manado. 

Namun, pertemuan tersebut tidak mengarah pada pembahasan kasus seperti yang dijanjikan.

Sebaliknya, AT mengajaknya berpindah ke salah satu restoran untuk bertemu beberapa rekan.

Di lokasi kedua, korban bertemu dengan JT.

Mereka pun mengonsumsi miras bersama.

Namun hanya dalam hitungan beberapa teguk, korban mulai kehilangan kesadaran.

Baca juga: Populer Manado: Harga Daging Babi Turun, Penyakit Paling Banyak Diderita Warga, Sekolah Gratis

Baca juga: Info Terbaru Harga Daging Babi di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara

"Saya bukan pertama kali ini minum, tapi herannya baru minum ke tiga kalinya saya langsung hilang kesadaran," ujar korban.

Korban mengaku sadar saat dibopong masuk ke sebuah kamar penginapan oleh dua pengacara tersebut.

"Saya tanya ke dia (salah satu oknum pengacara) anak saya mana? Saya dibawa ke mana? tapi dia cuman jawab kamu istirahat saja sebentar. Terus saya dibawa masuk ke kamar yang tidak begitu besar. Ada dua kasur di dalamnya, saya dibaringkan terus saya hilang kesadaran lagi," ujar dia. 

Ia sempat sadar kembali saat salah satu pelaku berada di dekatnya.

Dalam kondisi lemah, ia berhasil melarikan diri.

"Saya langsung ambil tas dan blazer dan langsung lari keluar. Waktu lari itu memang masih dalam lemas juga cuma sedikit ada kekuatan," ujar korban. 

Korban menyebut dua pengacara sempat mengejarnya, namun ia berhasil selamat setelah mendapat bantuan ojek online.

"Saya langsung memanggil ojek online dan minta diantarkan ke Kawasan Megamas ke tempat anak saya menunggu di mobil. Setelah itu saya langsung membuat laporan di Polresta Manado," jelasnya.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved