Kasus Rudapaksa Oknum Pengacara
2 Pengacara Terlibat Kasus Pemerkosaan Menanti Sidang di Pengadilan Negeri Manado
"Kita telah tahan di rutan untuk sementara, dan tahap selanjutnya berkas mereka dilimpahkan ke pengadilan," jelas Arthur, Rabu (28/5/2025).
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado resmi menahan dua oknum pengacara yang diduga memperkosa secara bergantian terhadap seorang wanita berinisial LI (39).
Dua pengacara tersebut masing-masing berinisial AT dan JT.
JT ditahan terlebih dahulu pada Kamis (15/5/2025) lalu, kemudian AT ditahan pada Selasa (27/5/2025) malam.
Sedangkan peristiwanya terjadi pada 8 Juni 2024 di sebuah penginapan wilayah Bahu, Kecamatan Malalayang, Manado.
Keduanya kini masih menanti persidangan di Pengadilan Negeri Manado.
Kasie Intel Kejari Manado Arthur Piri membenarkan hal tersebut.
"Kita telah tahan di rutan untuk sementara, dan tahap selanjutnya berkas mereka dilimpahkan ke pengadilan," jelas Arthur, Rabu (28/5/2025).
Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Manado Taufiq Fauzie mengungkapkan penahanan ini dilakukan sesuai prosedur yang ada.
"Sebelumnya salah satu tersangka JT sudah kita tahan karena berkasnya sudah lengkap, sedangkan AT baru ditahan malam ini karena sempat mengalami sakit," ujar Taufiq.
Taufiq juga meminta media dan masyarakat untuk mengawal kasus ini di persidangan.
"Silakan kasus terbuka untuk dikawal oleh media dan masyarakat," pungkasnya.
Kronologi
Korban mengaku awalnya diajak oleh AT untuk bertemu dan membicarakan sebuah perkara hukum.
Mereka bertemu di sebuah tempat makan di Kawasan Megamas, Manado.
Saat itu, korban datang bersama anaknya.
Namun, pertemuan tersebut tidak mengarah pada pembahasan kasus seperti yang dijanjikan.
Sebaliknya, AT mengajaknya berpindah ke salah satu restoran untuk bertemu beberapa rekan.
Di lokasi kedua, korban bertemu dengan JT.
Mereka pun mengonsumsi miras bersama.
Namun hanya dalam hitungan beberapa teguk, korban mulai kehilangan kesadaran.
Baca juga: Populer Manado: Harga Daging Babi Turun, Penyakit Paling Banyak Diderita Warga, Sekolah Gratis
Baca juga: Info Terbaru Harga Daging Babi di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara
"Saya bukan pertama kali ini minum, tapi herannya baru minum ke tiga kalinya saya langsung hilang kesadaran," ujar korban.
Korban mengaku sadar saat dibopong masuk ke sebuah kamar penginapan oleh dua pengacara tersebut.
"Saya tanya ke dia (salah satu oknum pengacara) anak saya mana? Saya dibawa ke mana? tapi dia cuman jawab kamu istirahat saja sebentar. Terus saya dibawa masuk ke kamar yang tidak begitu besar. Ada dua kasur di dalamnya, saya dibaringkan terus saya hilang kesadaran lagi," ujar dia.
Ia sempat sadar kembali saat salah satu pelaku berada di dekatnya.
Dalam kondisi lemah, ia berhasil melarikan diri.
"Saya langsung ambil tas dan blazer dan langsung lari keluar. Waktu lari itu memang masih dalam lemas juga cuma sedikit ada kekuatan," ujar korban.
Korban menyebut dua pengacara sempat mengejarnya, namun ia berhasil selamat setelah mendapat bantuan ojek online.
"Saya langsung memanggil ojek online dan minta diantarkan ke Kawasan Megamas ke tempat anak saya menunggu di mobil. Setelah itu saya langsung membuat laporan di Polresta Manado," jelasnya.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ferdi-Guhuhuku-Tribun-ManadoKasie-Intel-Kejari-Manado-Arthur-Piri-danKasi.jpg)