Opini
BSG Korban Konflik Kepentingan Elit Gorontalo
Mencoba mengurai polemik tersebut secara lebih sistematis dengan memetakan persoalan dari sudut pandang politik lokal, mekanisme kelembagaan
Polemik ini semestinya menjadi refleksi bersama tentang pentingnya kedewasaan dalam berpolitik. Politik bukan arena untuk saling menjatuhkan atas dasar dendam masa lalu, tetapi ruang untuk merumuskan kompromi demi kepentingan publik. Gorontalo membutuhkan kolaborasi, bukan kompetisi internal yang destruktif. Sudah saatnya elit daerah mengesampingkan ego pribadi dan bersama-sama memperjuangkan representasi daerah secara bermartabat.
Rakyat menanti bukti, bukan drama
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Bahasa yang Ditinggalkan: Ketika Sastra Tak Lagi Menjadi Rumah Berpikir di Sekolah |
|
|---|
| Otokritik atas Turunnya Posisi Manado dalam Indeks Kota Toleran |
|
|---|
| Hari Kartini dan Tantangan Demokrasi di Bumi Nyiur Melambai |
|
|---|
| Ketika AI Semakin Akurat dari Dokter: Apa yang Terjadi pada Profesi Medis dan Kemanusiaan? |
|
|---|
| Warisan Budaya Tak Benda Harus Diapakan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Opini-oleh-Baso-Affandi-BSG-Korban-Konflik-Kepentingan-Elit-Gorontalo.jpg)