Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembekalan Kepala Daerah

Daftar 10 Nama Kepala Daerah Tak Ikut Pembekalan di Magelang, Kebanyakan dari Provinsi Bali

Sebanyak 10 kepala daerah belum mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Editor: Alpen Martinus
KOMPAS.com/Egadia Birru
PEMBEKALAN: Kepala daerah peserta pembekalan kepala daerah mengenakan seragam Komcad, Jumat (21/2/2025). Ada 10 kepala daerah tidak ikut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua hari lagi pembekalan kepala daerah di Akademi Militer, Magelang akan berakhir.

namun ternyata tak semua kepala daerah mengikuti kegiatan tersebut.

Terhitung ada 10 kepala daerah yang tidak ikut.

Baca juga: Daftar Lengkap 24 Daerah yang Akan Melakukan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Kepala Daerah

Pembekalan kepala daerah tersebut sesuai jadwal digelar pada 21-28 Februari 2025. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian pun menjelaskan apa yang akan dilakukan kepada para kepala daerah tersebut.

Kebanyakan dari yang tidak ikut tersebut berasal dari Provinsi Bali.

Termasuk Gubernur I Wayan Koster juga tidak ikut.

Sebanyak 10 kepala daerah belum mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Terkait hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menjelaskan kepala daerah yang belum mengikuti retret susulan akan menjalani orientasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri di Kalibata, Jakarta.

"Ya kalau nggak mau, kita ikut sertakan untuk gelombang yang kedua nanti."

"Kan sudah pengumuman ya tanggal 24 (Februari 2025) kemarin (terkait sidang putusan perselisihan Pilkada di MK)," kata Tito, Selasa (24/2/2025), dilansir TribunJogja.com.

Tito berpendapat, kepala daerah yang absen akan mengalami kerugian. Sebab, menurutnya, orientasi susulan tidak akan sekomprehensif retret di Akmil Magelang.

Selain itu, mereka tidak akan mendapatkan materi langsung dari para menteri dan kehilangan kesempatan untuk berjejaring dengan sesama kepala daerah.

"Ruginya mereka nanti orientasinya tidak seperti di sini, komprehensif materinya, menterinya secara langsung, mungkin nanti dengan pejabat teknis saja."

"Dan tidak ada keuntungan untuk membuat networking. Tidur sama-sama, emotional bonding dengan kepala daerah tidak akan terjadi di sana," jelas Tito.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved