DNA Bebek dan Bulu Burung Ditemukan dalam Mesin Jet Jeju Air
Kedua mesin jet Boeing 737-800 yang jatuh pada bulan Desember dan menewaskan 179 orang berisi sisa-sisa burung teal Baikal, bebek migrasi.
Kaptennya memiliki lebih dari 6.800 jam terbang, sementara kopilot memiliki 1.650 jam, menurut laporan tersebut.
Keduanya tewas dalam kecelakaan itu, yang hanya menyisakan dua pramugari saja.
Dikutip Al Jazeera, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sebuah badan PBB, mengharuskan penyelidik kecelakaan untuk membuat laporan pendahuluan dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan dan mendorong laporan akhir untuk dipublikasikan dalam waktu 12 bulan.
Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea Selatan telah membagikan laporannya dengan ICAO dan Thailand, serta Amerika Serikat dan Prancis, yang merupakan negara asal produsen pesawat dan mesin. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/270125-jeju-air.jpg)