Nilam di Sulawesi Utara
Apa Itu Nilam? Tanaman Penghasil Minyak Atsiri yang Punya Manfaat Luar Biasa dan Harga Fantastis
Nilam adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri (essential oil) yang dikenal dengan nama ilmiah Pogostemon cablin.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Kesehatan: Minyak nilam memiliki sifat antimikroba, antijamur, dan membantu regenerasi kulit.
Harga Nilam
Harga nilam (minyak atsiri nilam atau patchouli oil) bervariasi tergantung pada kualitas, pasar, dan lokasi pembelian.
Nilam adalah komoditas penting dalam industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi, sehingga permintaannya bisa berfluktuasi.
Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi harga nilam:
- Kandungan Patchouli Alcohol (PA): Semakin tinggi kandungan PA, semakin mahal harga nilam. Biasanya, PA di atas 30 persen dihargai lebih tinggi.
- Kualitas Distilasi: Proses penyulingan yang baik menghasilkan minyak nilam berkualitas tinggi.
- Pasar dan Permintaan Global: Harga minyak nilam cenderung naik jika permintaan ekspor meningkat, terutama ke negara-negara seperti Prancis, AS, dan India.
- Lokasi: Daerah penghasil nilam utama di Indonesia seperti Aceh, Sulawesi, dan Sumatera memiliki variasi harga tergantung jarak ke pasar utama.
- Untuk harga terkini, rata-rata minyak nilam murni dengan kandungan PA tinggi berada di kisaran Rp 600.000 - Rp 1.200.000 per kilogram, namun angka ini bisa berubah. Jika Anda ingin mengetahui harga lebih spesifik, saya bisa mencarikan data terbaru.
Harga Nilam di Bolmong
Mahalnya harga minyak nilam membuat banyak petani di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara banting setir.
Terlebih, saat ini mulai masuk masa panen.
Dulu harga minyak nilam Rp 600 ripu per kilogram.
Harganya terus naik, dan saat ini harganya lebih dari Rp 1 juta per kilogram.
Ri' salah satu petani nilam yang ada di Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow mengungkap, harga minyak nilam dua bulan yang lalu sempat di angka Rp 2,2 juta per kilogram.
"Harga minyak nilam sekarang Rp 1,5 juta per kilogram," ucap Ri' Datundugon kepada Tribunmanado.co.id, Minggu (24/11/2024).
Meski turun, namun Ri' mengaku harga segitu sudah membuatnya puas.
"Sekarang turun lagi tapi ini sudah mantap lah dengan harga segitu," terang Ri'.
Dirinya menjelaskan, saat ini petani minyak nilam sudah lebih dimudahkan dengan adanya tempat penyulingan.
"Kalau dulu susah cari tempat penyulingan, tapi sekarang di Desa Mopait saja sudah ada tiga tempat penyulingan," tambahnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.