Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Ternyata Ada 2 Hal yang Jadi Pemicu Kasus Kekerasan di Manado Meningkat

Kasus kekerasan belakangan ini semakin marak terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, dan mulai membuat warga cemas. 

IST
Pengamat Hukum Sulawesi Utara, Antonius Rawung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus kekerasan belakangan ini semakin marak terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, dan mulai membuat warga cemas. 

Meski polisi sigap mengamankan para pelaku, keresahan masyarakat tetap terasa. 

Mereka berharap adanya tindakan yang lebih nyata untuk mencegah kekerasan terus berulang.

Menanggapi fenomena ini, Pengamat Hukum Sulawesi Utara, Antonius Rawung, menjelaskan beberapa hal yang menurutnya menjadi pemicu. 

Ia menyebutkan, kekerasan yang terjadi umumnya disebabkan oleh dua faktor utama.

Diantaranya minuman keras dan budaya kekerasan yang masih melekat sebagai cara menyelesaikan masalah.

“Biasanya ada dua hal yang memicu kekerasan, pertama karena pengaruh minuman keras, dan kedua karena masih kuatnya anggapan bahwa masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan,” ungkap Rawung, Kamis (14/11/2024).

Dimana yang butuh perhatian bersama, dari kepolisian, pemerintah setempat, hingga masyarakat.

Advokat Partner di Rawung and Pitoy Law Office ini menekankan pentingnya kerjasama antara polisi, perangkat kelurahan, kecamatan, serta warga untuk memantau peredaran minuman keras.

 Ia juga menyoroti perlunya pendidikan di keluarga dan lingkungan sekitar untuk membiasakan pola pikir yang damai dan menghindari kekerasan sebagai solusi.

“Kita harus tanamkan sejak awal bahwa setiap masalah bisa diselesaikan tanpa harus lewat kekerasan. Dialog dan pengertian harus jadi pilihan utama,” katanya. (Pet)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved