Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah dan Profil AH Nasution Pahlawan Nasional Indonesia, Konseptor Perang Gerilya yang Mendunia

Sosok yang akrab disapa AH Nasution ini juga tokoh yang turut membentuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari nol.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
HO
AH Nasution, pahlawan nasional Indonesia, konseptor perang gerilya yang mendunia 

Bandung Lautan Api adalah salah satu peristiwa besejarah dalam revolusi Indonesia yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946.

Dalam peristiwa ini, Nasution yang masih berpangkat Kolonel juga ikut terlibat dengan memerintahkan masyarakat untuk segera mengosongkan Kota Bandung.

Tujuan Kolonel AH Nasution memerintahkan rakyat mengosongkan dan membumihanguskan Kota Bandung adalah agar pasukan Sekutu tidak bisa memanfaatkan fasilitas dan sarana di Kota Bandung.

Pada 23 Maret 1946, pukul 21.00 WIB, gedung pertama yang dibakar adalah Bank Rakyat.

Selanjutnya pembakaran tempat-tempat seperti Banceuy, Cicadas, Braga dan Tegalega, serta asrama Tentara Republik Indonesia (TRI).

Peristiwa Madiun

Meskipun hanya sebagai wakil, Nasution banyak berperan dalam mengambil keputusan, karena saat itu Jenderal Soedirman kerap jatuh sakit.

Salah satu hal yang pernah ia lakukan adalah ketika Peristiwa Madiun terjadi pada September 1948.

Pada waktu itu, Madiun diambil alih oleh mantan Perdana Menteri Amir Syarifuddin dan Musso dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kabar ini pun terdengar sampai ke markas TKR di Yogyakarta. Kemudian, diadakanlah sebauh pertemuan untuk mengatasi peristiwa ini.

Soedirman sendiri ingin menyelesaikan konflik dengan cara damai tanpa ada kekerasan. Ia pun mengirim Letnan Kolonel Soeharto untuk menegosiasikan kesepakatan bersama Amir dan Musso.

Setelah selesai, Soeharto melapor kepada Soedirman dan Nasution bahwa kondisi saat itu sudah terbilang aman.

Namun, Nasution masih merasa curiga, sementara saat itu Soedirman sedang sakit.

Alhasil, ia memutuskan untuk mengambil tindakan keras dengan mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan di Madiun, Jawa Timur.

Akhirnya, tanggal 30 September, pasukan Divisi Siliwangi berhasil merebut kembali Madiun.

Agresi Militer Belanda II

Pada tanggal 19 Desember 1948, Agresi Militer Belanda II terjadi di Yogyakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved