Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Begini Penuturan Saksi Mata Peristiwa Merah Putih di Teling Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Chintya Rantung
ILUSTRASI - Bendera Merah Putih. Penuturan saksi mata peristiwa merah putih di Teling Manado. 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar
  • Dunia tahu bahwa Indonesia masih ada, bahkan telah memunculkan pemerintahan sipil di Manado pro Republik - hal pertama di Indonesia
  • Tribunmanado berhasil mewawancarai Robby Lapian, salah satu saksi mata peristiwa itu, beberapa tahun lalu

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa Merah Putih di Manado pada 14 Februari 1946 membikin gempar. 

Media luar negeri menyiarkannya dan peristiwa itu pun "viral" di masa itu. 

Dunia tahu bahwa Indonesia masih ada, bahkan telah memunculkan pemerintahan sipil di Manado pro Republik - hal pertama di Indonesia. 

Belanda hilang muka. 

Propaganda mereka hancur lebur. 

Sebaliknya, gengsi Indonesia naik. Bung Karno tak tahan untuk memuji para pejuang yang terlibat dalam peristiwa Merah Putih. 

Tribunmanado berhasil mewawancarai Robby Lapian, salah satu saksi mata peristiwa itu, beberapa tahun lalu. 

Kala itu, usianya sudah 90 an. 

Dari Robby meluncur kesaksian, sebagian besar mirip dengan narasi buku sejarah. 

Namun ada pula yang sedikit berbeda. 

Sejarah menyebut itu peristiwa kudeta yang saling mulusnya hingga disebut sunyi. 

Tanpa ketegangan berarti. 

"Terdengar bunyi tembakan dari tangsi," kata dia. 

Suasana kala itu pun penuh ketegangan. 

Siapa kawan dan lawan, tak diketahui. "Semua berhati hati," katanya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved