Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sejarah Hari Ini, 13 Agustus 1961 Tembok Berlin Dibangun, Simbol Perang Dingin Komunis vs Kapitalis

Tembok Berlin dibangun oleh Jerman Timur atau dengan nama resmi Republik Demokratik Jerman yang berideologi komunis di bawah pengaruh Uni Soviet.

|
Editor: Rizali Posumah
Wikipedia/Domain Publik
Tembok Berlin. Tembok yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman Barat di era Perang Dingin antara Blok Komunis dan Blok Kapitalis pasca Perang Dunia II. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini 13 Agustus 1961 dicatat sejarah sebagai hari dibangunnya tembok Berlin. 

Pembatas beton sepanjang 140 kilometer ini dibangun oleh Jerman Timur atau Republik Demokratik Jerman, yang berideologi komunis di bawah pengaruh Uni Soviet.

Pembatas yang digunakan untuk membagi Jerman Barat dan Jerman Timur ini berdiri antara 1961 hingga 1989.

Dalam pernyataan resmi pihak Republik Demokratik Jerman, Tembok Berlin dibangun sebagai Benteng Perlindungan Anti-Fasis.

Mereka menyebut Tembok Berlin difungsikan untuk menghalau orang-orang fasis di Jerman Barat bernama resmi Republik Federal Jerman, agar tidak merongrong negaranya yang berpaham sosialis.

Padahal sebenarnya, Tembok Berlin dibangun justru untuk membendung pembelotan massal dari Timur ke Barat.

Tembok Berlin diruntuhkan pada tanggal 9 November 1989 dan menjadi simbol Perang Dingin yang paling kuat dan bertahan lama antara Blok Komunis yang diwakili Uni Soviet dan Blok Kapitalis yang diwakili Amerika Serikat.

Sejarah Tembok Berlin

Pasca Perang Dunia II, Jerman dibagi menjadi dua wilayah oleh pihak Sekutu dan Uni Soviet, dua kekuatan yang meruntuhkan Pemerintahan Nazi di negara tersebut. 

Tahun 1949, Jerman, yang awalnya dikuasai oleh empat negara, terbagi menjadi dua wilayah yang utama, yaitu Jerman Timur dan Jerman Barat.

Jerman Timur yang dikuasai Uni Soviet dalam perkembangannya, mengalami kemerosotan  perekonomian lantaran para buruh melakukan mogok kerja.

Berbeda dengan Jerman Barat dalam kekuasaan negara berpaham kapitalis

Dengan sebab-sebab tersebut, pemimpin Jerman Timur, Wilhelm Pieck, akhirnya memutuskan untuk menutup perbatasan antara Jerman Timur dan Jerman Barat pada 1952.

Hal ini dilakukan agar penduduk Jerman Timur tidak melarikan diri ke Jerman Barat.

Kendati demikian, rakyat Jerman Timur masih ada yang berhasil menyusup keluar dan masuk ke Jerman Barat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved