Penyakit Antraks di Gorontalo
Apa Itu Antraks, Penyakit yang Tengah Heboh Jadi Sorotan di Gorontalo, Begini Gejalanya
Antraks adalah salah satu masalah kesehatan pada hewan yang bisa menular pada manusia atau termasuk penyakit zoonosis.
Dinukil dari World Organisation for Animal Health, antraks adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis.
Nama penyakit ini diambil dari bahasa Yunani batu bara. Penamaan ini dilatari gejala penyakit antraks yang dapat meninggalkan bekas luka kehitaman mirip batu bara.
Masalah kesehatan ini bisa menyerang segala jenis herbivora seperti sapi, kambing, domba, kuda, serta beberapa jenis burung. Penyakit zoonosis ini juga bisa menular dari hewan ke manusia.
Bakteri penyebab antraks bisa menghasilkan spora yang sangat kuat dan tahan hidup di suatu lingkungan selama puluhan tahun. Sehingga, pemberantasan penyakit ini relatif sulit.
Bagaimana asal-usul atau sejarah antraks?
Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sejarah antraks diperkirakan berasal dari Mesir dan Mesopotamia pada tahun 700 sebelum Masehi.
Selain itu, Yunani dan Romawi kuno juga mencatat antraks lewat sejumlah tulisan yakni The Iliad oleh Homer (sekitar 700 sebelum Masehi) dan lewat puisi oleh Virgil (yang hidup antara 70-19 sebelum Masehi).
Baru selang beberapa abad kemudian, gejala penyakit antraks yang menyerang kulit secara klinis kali pertama disebutkan pada Maret 1752 dan pada 1769.
Sumbangsih pakar bakteri Robert Koch yang menemukan postulat Koch pada 1877 silam juga tak boleh dilupakan.
Ia mempelajari bakteri penyebab antraks Bacillus anthracis dan menemukan teori bahwa bakteri pembentuk spora ini bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama dan bisa tahan di beberapa jenis lingkungan yang berbeda.
Bagaimana penularan antraks?
Antraks sebenarnya tidak terlalu gampang menular dari hewan ke hewan atau ke manusia.
Untuk diketahui, bakteri Bacillus anthracis dapat menghasilkan spora saat terkena oksigen.
Bakteri penghasil spora ini bisa tahan puluhan tahun di tanah, rumput, bulu, atau hewan yang terinfeksi antraks.
Jika spora ini tertelan, terhirup, atau masuk ke tubuh lewat celah luka kecil di kulit, hewan atau manusia bisa tertular antraks.
Hewan karnivora dan manusia juga bisa tertular antraks dengan makan daging dari hewan yang terinfeksi antraks.
Antraks yang menyerang manusia rentan dialami dokter hewan, petani, peternak, jagal hewan, atau orang yang banyak berinteraksi dengan ternak atau hewan herbivora.
Apa saja gejala antraks?
Nasib Penjualan Sapi di Gorontalo Pascaisu Antraks, Dijual Segini Per Kilogram |
![]() |
---|
Heboh di Gorontalo, Apakah Penyakit Antraks Bisa Menular Antarmanusia? Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
Isu Antraks di Gorontalo, Ini Bahaya Daging Sapi yang Terpapar, Jangan Dimakan meski Dimasak Matang |
![]() |
---|
Marak Antraks, Pemprov Sulteng Tutup Sementara Akses Masuk Ternak dari Gorontalo |
![]() |
---|
Surat Edaran Penyakit Antraks Pemda Sulteng Disebut Meresahkan, Tak Ada Kasus Baru di Gorontalo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.