Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penyakit Antraks di Gorontalo

Isu Penyakit Antraks Masuk Gorontalo Langsung Dibantah Kadis Peternakan, Upaya Bendung Ekspor Sapi

Kadis Peternakan Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, membantah isu penyebaran penyakit anthraks hewan ternak di Provinsi Gorontalo.

Kolase Tribun Manado/Istimewa
Isu Penyakit Antraks Masuk Gorontalo Langsung Dibantah Kadis Peternakan, Upaya Bendung Ekspor Sapi 

"Dan itu tidak gampang, harus ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), vaksinasi hewan dan uji laboratorium," imbuhnya.

Ia menduga, kebijakan itu justru keluar sebagai upaya membendung ekspor sapi yang berasal dari Provinsi Gorontalo.

"Kita juga bisa buat edaran untuk jangan menerima beras dari Sulteng dengan alasan proteksi beras plastik. Sebenarnya bisa, cuma untuk apa, kita ini tetangga," ulasnya.

Ia meminta kepada masyarakat, untuk tidak terpengaruh dengan adanya informasi tersebut.

"Sejauh ini kita aman-aman, masyarakat tetap bisa mengonsumsi daging ternak di pasaran," tutupnya.

Balai Karantina Buka Suara

Isu itu langsung dibantah oleh Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Gorontalo.

Pihaknya memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada temuan kasus antraks di daerah tersebut.

"Terakhir ada kasus pada tahun 2020, dan sejak itu sampai sekarang tidak ada temuan kasus," ungkap Laras Istian Widodo, Dokter Hewan Karantina Muda BKHIT Gorontalo, pada Rabu (17/7/2024).

Laras menjelaskan bahwa kewenangan BKHIT meliputi pengawasan ekspor ternak melalui jalur laut dan udara.

"Selama kami melakukan pemeriksaan, tidak ada temuan antraks di Gorontalo," tukasnya dengan tegas.

Sebagai tambahan informasi, sejak dua tahun terakhir, tidak ada suplai ternak melalui jalur laut antara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Hal ini turut mendukung pernyataan BKHIT mengenai tidak adanya kasus antraks yang terdeteksi.

Meski begitu, Laras menjelaskan kondisi fisik ternak yang terindikasi mengidap antraks.

"Gejalanya termasuk keluarnya darah dari lubang alami dan kematian mendadak," bebernya, memberikan gambaran yang jelas tentang tanda-tanda klinis penyakit ini.

Antraks, atau anthrax, adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, sebagaimana dikutip dari TribunNews.com.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved