Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penyakit Antraks di Gorontalo

Isu Penyakit Antraks Masuk Gorontalo Langsung Dibantah Kadis Peternakan, Upaya Bendung Ekspor Sapi

Kadis Peternakan Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, membantah isu penyebaran penyakit anthraks hewan ternak di Provinsi Gorontalo.

Kolase Tribun Manado/Istimewa
Isu Penyakit Antraks Masuk Gorontalo Langsung Dibantah Kadis Peternakan, Upaya Bendung Ekspor Sapi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu Penyakit Antraks di Gorontalo Dibantah Kadis Peternakan provinsi Gorontalo.

Sebelumnya, viral Surat Edaran (SE) Nomor 8 tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng).

Surat edaran tersebut sontak ramai hingga telah meresahkan masyarakat Gorontalo.

SE tersebut dinilai merugikan provinsi Gorontalo yang selama ini menjadi pemasok sapi secara rutin ke wilayah Pulau Kalimantan antara lain balikpapan dan tarakan, bahkan juga ke wilayah Sulewesi Tengah maupun Sulawesi Utara. 

Ramai Isu Penyakit Antraks di Gorontalo hingga Picu Kekhawatiran Warga, Balai Karantina Buka Suara

Kadis Peternakan Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, membantah isu penyebaran penyakit anthraks hewan ternak di Provinsi Gorontalo.

"Itu tidak benar, kita di sini aman-aman saja," tegas Muljadi saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (17/7/2024).

Ia pun menyayangkan adanya surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah, menyebut seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo tertular penyakit anthraks.

Surat edaran tertanggal 1 Juli 2024 itu juga meminta, menghentikan sementara pasokan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) dari Provinsi Gorontalo.

"Itu surat dibuat secara sepihak, tanpa ada koordinasi dengan kita," terangnya.

Dalam empat tahun terakhir, kata Muljadi, memang ada temuan penyakit anthraks di Gorontalo.

"Tahun 2020 menang ada di Kabupaten Gorontalo, tapi itu sudah lama, dan kita sudah antisipasi," tukas Muljadi.

Ia juga menambahkan, pihaknya telah rutin vaksinasi, uji lab, pemeriksaan dari dokter hewan dan pemantauan, hingga survei lapangan.

Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi ternak di Provinsi Gorontalo dalam keadaan aman dari penyakit apa pun.

Lebih lanjut, Muljadi mengatakan surat edaran dari Gubernur Sulteng tak sejalan dengan fakta di lapangan.

Provinsi Gorontalo bahkan tercatat sering menyuplai ternak ke Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved