Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penyakit Antraks di Gorontalo

Isu Antraks di Gorontalo, Ini Bahaya Daging Sapi yang Terpapar, Jangan Dimakan meski Dimasak Matang

Daging sapi yang terkena antraks akan langsung membentuk spora begitu mengalami perubahan iklim atau lingkungan.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
pexels.com
Ilustrasi daging sapi mentah. Isu Antraks di Gorontalo, Ini Bahaya Daging Sapi yang Terpapar, Jangan Dimakan meski Dimasak Matang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tengah ramai Isu Penyakit Antraks yang dinarasikan masuk di Gorontalo.

Isu itu lantas langsung Dibantah Kadis Peternakan provinsi Gorontalo.

Kabar itu ramai usai viral Surat Edaran (SE) Nomor 8 tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng).

Surat edaran tersebut sontak ramai hingga telah meresahkan masyarakat Gorontalo.

SE tersebut dinilai merugikan provinsi Gorontalo yang selama ini menjadi pemasok sapi secara rutin ke wilayah Pulau Kalimantan antara lain balikpapan dan tarakan, bahkan juga ke wilayah Sulewesi Tengah maupun Sulawesi Utara.

Baca juga: Isu Penyakit Antraks Masuk Gorontalo Langsung Dibantah Kadis Peternakan, Upaya Bendung Ekspor Sapi

Kadis Peternakan Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, membantah isu penyebaran penyakit anthraks hewan ternak di Provinsi Gorontalo.

"Itu tidak benar, kita di sini aman-aman saja," tegas Muljadi saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (17/7/2024).

Ia pun menyayangkan adanya surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah, menyebut seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo tertular penyakit anthraks.

Surat edaran tertanggal 1 Juli 2024 itu juga meminta, menghentikan sementara pasokan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) dari Provinsi Gorontalo.

Lantas, apakah aman mengonsumsi daging hewan yang terkena antraks meski sudah dimasak matang?

Berikut Bahaya Daging Sapi yang terkena Antraks jika dikonsumsi yang dilansir Tribunmanado.co.id dari Kompas.com:

Penjelasan Kementan: tidak aman

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian (Kementan) RI Syamsul Ma'arif mengungkapkan, daging hewan yang positif antraks tidak boleh dikonsumsi meski telah dimasak matang.

"Begitu ada hewan mati kena antraks dibuka, itu bakterinya langsung membuat spora yang tahan bertahun-tahun dengan suhu berapapun. Kalau direbus aman nggak? Tidak aman dan bisa berbahaya," jelasnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (6/7/2023).

Syamsul menjelaskan, daging sapi yang terkena antraks akan langsung membentuk spora begitu mengalami perubahan iklim atau lingkungan.

Ini terjadi saat daging tersebut dibuka dari dalam tubuh sapi positif antraks.

Spora tersebut lalu akan menjaga bakteri antraks agar tetap bertahan hidup dari perubahan apapun, baik secara fisik maupun kimia.

"Jangankan direbus, membuka (daging) saja sudah tidak boleh," tambahnya.

Cara penularan antraks ke manusia

Syamsul menekankan, daging hewan yang positif antraks juga tetap berbahaya meskipun tidak dikonsumsi.

"Kontak yang paling berbahaya melalui hirupan spora. Spora begitu dihirup, dalam waktu 24 jam itu langsung menyebabkan kematian," ujarnya.

Sebaliknya, ia menjelaskan, orang yang mengonsumsi daging berbakteri antraks umumnya akan menunjukkan gejala seperti diare berdarah atau muntah-muntah berdarah.

Gejala ini membuat orang tersebut memiliki waktu untuk mendapatkan penanganan kesehatan.

Meski begitu, Syamsul mengungkapkan bahwa penularan terbesar antraks terjadi lewat kontak fisik melalui kulit.

"Sebanyak 95 persen kasus antraks pada manusia dalam bentuk kontak fisik melalui kulit, dan itu bisa langsung sampai ke otak sehingga menyebabkan meningiitis," jelas dia.

Jika sampai terkena antraks, Syamsul menyarankan agar penderita segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan atau dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved