Berita Nasional
Ingat Serda Ucok? Dulu Viral Bunuh 4 Preman di Lapas Cebongan, Kabarnya Kini Setelah Bebas
Dikabarkan, Ucok bergabung kembali ke dalam satuan telik sandi atau intelijen di Grup 3/Sandhi Yudha yang bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.
Serda Ucok Tigor Simbolon berjanji setelah upaya hukum selesai akan memboyong keluarganya pindah ke Yogyakarta.
Ucok mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Yogya yang selama proses sidang telah mendukungnya dan terus memberikan semangat.
"Jika nanti sudah selesai upaya hukum, saya dan keluarga akan menetap di Yogya. Kita akan bersama-sama memberantas premanisme," tegas Ucok di teras Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta seusai sidang, Kamis (5/9/2013) lalu.
Diketahui, pada Sabtu 23 Maret 2013, sekitar pukul 01.30 WIB, satu kelompok yang terdiri atas sekitar 17 orang tak dikenal mendatangi Lapas Cebongan.
Mereka berhasil masuk setelah mengancam petugas lapas dengan senjata api. Pelaku juga melakukan tembakan ke udara agar sipir dan napi yang lain tiarap.
Maruli Simanjutak bela anak buah, bukan hanya Serda Ucok Simbolon
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak adalah sosok pemimpin yang selalu membela bawahan atau prajurit-prajuritnya.
Meski demikian, jika prajurit-prajuritnya itu melakukan kesalahan, dia tak segan akan memberikan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
Seperti pada tahun 2013 silam, KSAD Maruli Simanjuntak sempat menjadi saksi yang dihadirkan oleh Serda Ucok Simbolon.
Pada saat itu, Maruli Simanjuntak berpangkat Letkol (Inf) yang menjadi Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura.
Pemilik nama Serda Ucok Tigor Simbolon itu tergabung ke dalam Anggota Kopassus Grup II Kandang Majenang Kartasura.
Serda Ucok terlibat dalam kasus pembunuhan narapidana di lembaga pemasyarakatan atau lapas Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada 2013 lalu.
Dalam sidang berkas pertama dengan terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik pada 2013 silam yang menghadirkan 3 saksi di antaranya Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartosuro, Letkol (Inf) Maruli Simanjuntak, Komandan Latihan Kopassus Letkol Burhan Samsudin, dan Komandan Tim B Kopassus Sertu Khasmudin.
Dalam kesaksiannya, Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa 12 pelaku penyerangan Lapas Cebongan adalah anggotanya.
Seluruh terdakwa pelaku penyerangan Lapas Cebongan ini menyesali perbuatannya dan meminta maaf karena tindakan mereka menyulitkan TNI.
Selain itu, Maruli juga mengakui memiliki tugas melakukan pembinaan terhadap anggotanya.
Maruli menyebut bahwa terdakwa Serda Ucok memiliki sejumlah prestasi seperti kemampuan tracking HT secara otodidak. Ia bahkan pernah menjadi tim evakuasi saat erupsi Merapi.
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memang seorang pemimpin yang sangat mengayomi dan membela bawahannya.
Terbaru, ia tampak membela para oknum TNI yang melakukan penganiayaan terhadap relawan Ganjar Pranowo di Boyolali, Jawa Tengah.
Meski dia juga tegas menindak anak buahnya yang melanggar aturan.
"Coba analisa kejadian itu jangan hanya berdasarkan video pendek saja yang durasinya beberapa detik itu, lalu langsung mengambil kesimpulan. Itu terjadinya jam 11.19 WIB,” kata Maruli Simanjuntak dalam program Rosi di YouTube Kompas TV.
“Mereka sudah berputar-putar sejak pukul 09.00 WIB. Kalau kita lihat di video itu, mereka sudah pulang pergi delapan kali di depan batalyon. Mereka sudah berulang kali diingatkan. Sekian persen dari mereka itu mabuk," lanjut Maruli.
Selain itu, Maruli Simanjuntak juga menepis bahwa aksi tersebut telah direncanakan.
Ia mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi lantaran ada aksi dan reaksi. Sebab, ketujuh pengendara motor relawan Ganjar itu memakai knalpot brong dan dianggap mengganggu.
"Ya maksudnya ada aksi ada reaksi ya. Kalau disebutnya ada rencana pencegatan, lalu dimasukan ke dalam asrama, ini kan cara berpikirnya (tidak masuk akal). Mana sempat ketika mendengar suara bising, lalu terpikir rencana itu. Normal saja berpikirnya," ujar dia lagi.
“Mereka kan kondisi mabuk, tanyakan saja sama orang rumah sakit. Ya kalau pakai batu, masak seminggu sembuh. Pasti hancur kalau pakai batu. Itu akan terungkap di sidang. Dia punya pembelaan, nanti kita juga ada pembelaan. Jangan dihiperbolakanlah,” tegasnya kepada Rosi Kompas TV.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Prabowo Bakal Tarik Utang Baru Rp781,8 T Tahun 2026, Segini Total Utang Pemerintah Indonesia |
![]() |
---|
Wapres RI Gibran: Presiden Prabowo Punya Komitmen Bangun Indonesia, Tidak Lagi Jawasentris |
![]() |
---|
Anggota DPR Dapat Tunjangan Beras Rp 12 Juta per Bulan, Total Sebulan Terima Gaji Hampir Rp 70 juta |
![]() |
---|
Langkah Nyata Indonesia untuk Palestina: 10.000 Ton Beras Siap Dikirim ke Gaza Lewat Airdrop |
![]() |
---|
BRIN Temukan Potensi Sesar Aktif di Semarang, Demak, dan Kendal: Peringatan Dini Ancaman Gempa Bumi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.