Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Ingat Serda Ucok? Dulu Viral Bunuh 4 Preman di Lapas Cebongan, Kabarnya Kini Setelah Bebas

Dikabarkan, Ucok bergabung kembali ke dalam satuan telik sandi atau intelijen di Grup 3/Sandhi Yudha yang bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.

Editor: Alpen Martinus
infomiliterdunia.blogspot.com
Kabar Serda Ucok, Kopassus yang Tembak Napi di Lapas Cebongan Divonis 11 Tahun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Serda Ucok Tigor Simbolon mendadak viral lantaran pembunuhan di Lapas Cebongan pada 2013 silam.

Namun pembunuhan yang dilakukannya bersama beberapa orang justru mendapat pujian dari warga.

Itu lantaran ia melakukan pembalasn terhadap rekannya sesama Kopassus.

Baca juga: SOSOK Serda Ucok, Mantan Kopassus, Namanya Viral Karena Sebut Siap Buru Pembunuh Brigadir J

Rekan bernama Serka Heru Santoso dibunuh oleh empat orang.

Empat orang tersebut yang diberondong peluru oleh Serda Ucok Cs.

Saat disidang, ia hanya meminta agar tetap bekerja sebagai anggota Kopassus.

Lantaran itu kebanggaan bagi dirinya.

Peristiwa pembunuhan prajurit Kopassus Serka Heru Santoso di tangan preman di Hugo's Café pada tahun 2013 lalu membekas dalam diri Serda Ucok Tigor Simbolon.

Setelah vonis 11 tahun, Serda Ucok pun bebas dari hukumannya.

Dikabarkan, Ucok bergabung kembali ke dalam satuan telik sandi atau intelijen di Grup 3/Sandhi Yudha yang bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.

Namun kabar bergabungnya Serda Ucok ke Grup 3 hingga hari ini belum terkonfirmasi kebenarannya.

Diketahui, Satuan Kopassus ini memiliki spesifikasi tugas perang rahasia ‘Clandestine Operation’, termasuk kemampuan dalam intelijen tempur atau combat intell,dan counter insurgency (kontra pemberontakan).

Pasukan ini malang melintang di berbagai operasi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu operasi sukses yang dijalankan adalah saat melakukan operasi rahasia di negara Belanda.

Pelaku pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santoso merupakan sindikat preman yang sangat meresahkan masyarakat di kawasan Yogyakarta pada saat itu.

Bukan hanya Serka Heru Santoso, sehari kemudian, seorang anggota Kodim yang juga mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono ditemukan tewas dibacok.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved