Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Cuaca Arab Saudi Sangat Panas, Ini Tips bagi Jemaah Haji Penderita Diabetes Agar Kaki Tak Melepuh

Terkait hal ini, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M bagikan beberapa cara.

Editor: Isvara Savitri
Pexels.com/Zawawi Rahim
Ilustrasi ibadah haji. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini jemaah haji tengah beribadah di Arab Saudi.

Di saat ini pula, Mekkah dan Madinah cuacanya sangat panas.

Bahkan di Madinah suhunya bisa mencapai 40 derajat celsius.

Pelataran Masjid Nabawi pun sangat panas.

Saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pun suhunya bisa mencapai 50 derajat celsius.

Para jemaah haji pun diminta tidak melakukan sejumlah hal.

Salah satu yang terpenting adalah berjalan tidak menggunakan alas kaki.

Jika dilakukan, telapak kaki jemaah haji bisa saja melepuh.

Pertolongan seperti apa yang bisa dilakukan saat kaki jemaah terlanjur melepuh?

Terkait hal ini, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M bagikan beberapa cara.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 SMP/MTs Halaman 150-154 Kurikulum Merdeka: Potensi Ekonomi Lingkungan

Baca juga: UMKM Minut Sulawesi Utara Bersyukur, Produk Laris Manis Diborong Peserta UCLC Aspac - LTF 2024

"Bagi jemaah haji yang mengalami kaki melepuh, langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yakni jemaah atau petugas yang menolong dapat mengguyurkan air mengalir ke telapak kaki," ujarnya dilansir dari website resmi Kemenkes, Jumat (7/6/2024).

“Jadi, pertolongan pertama adalah menghentikan panas pada telapak kaki dengan guyur air mengalir selama 20 menit. Lalu, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tambah Liliek.

Lama perawatan kaki melepuh tergantung pada luas dan derajat luka. Pada jemaah haji dengan riwayat diabetes, penyembuhan kaki melepuh dapat lebih lama.

“Jika seluruh telapak kaki melepuh dengan luka bakar derajat 2 dangkal, perawatan bisa lebih dari dua minggu. Pada penderita diabetes penyembuhan luka bisa lebih lama,” terang Liliek.

Oleh karena itu, jemaah haji dengan diabetes perlu ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan kaki. Jemaah dapat mencuci kaki dan menggunakan pelembab setiap hendak beraktivitas di tengah cuaca panas.

Ilustrasi ibadah haji.
Ilustrasi ibadah haji. (Pexels.com/Konevi)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved