Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rakernis Pengawas Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sebut Illegal Fishing Nelayan Asing Libatkan Nelayan Indonesia

Menurut Wahyu, praktik illegal fishing oleh negara asing ternyata melibatkan pihak di dalam negeri. Hal itu terlihat saat penangkapan pelaku.

|
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, saat Rapat Kerja Teknis Pengawas Perikanan Tahun 2024 di GKIC Novotel, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (4/6/2024). 

"Perikanan adalah penggerak ekonomi di Sulut," kata dia.

Hal itu terbukti saat pandemi COVID-19, saat perikanan dapat berkibar di tengah keterpurukan sektor lainnya.

"Saat ini ada direct call dari Pelabuhan Bitung menuju Jepang untuk ekspor ikan tuna," katanya. 

Ia menuturkan, Pemprov Sulut juga bakal menggelar beach clean dalam rangkaian Coral Triangle Day 2024.

Sektor perikanan dan kelautan sangat penting di era kekinian sebagai kebutuhan pangan.

Baca juga: Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha 2024, Ada Aturan Soal Makan

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Prakarya Kelas 10 SMA, Pilihan Ganda dan Essay

Untuk itu, perlu prinsip keadilan, keberlangsungan, dan kepastian hukum.

"Perlu koordinasi semua stakeholder agar tantangan kelautan bisa dihadapi," katanya.

Kepel berharap ajang tersebut jadi wadah berbagi informasi dan pengetahuan serta menjadi sarana penguatan koordinasi.

"Juga menghasilkan rekomendasi yang bisa segera diimplementasikan," kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, saat membuka
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, saat Rapat Kerja Teknis Pengawas Perikanan Tahun 2024 di GKIC Novotel, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (4/6/2024).

Pemprov Sulut pun mendukung penuh konsep ekonomi biru Kementarian Kelautan dan Perikanan RI.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved