Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bulan Bung Karno

Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Dicetuskan Soekarno, Dihapus Soeharto, Ditetapkan oleh Jokowi

Pencetusan peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tak luput dari peran Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Istimewa/HO
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Dicetuskan Soekarno, Dihapus Soeharto, Ditetapkan oleh Jokowi 

Kemudian, Pancasila disahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Kata Pancasila sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, "Panca" berarti lima dan "Sila" yang berarti dasar atau asas.

Kesaksian Bung Hatta lewat wasiat

Cerita mengenai pidato Soekarno yang menjadi ide utama lahirnya Pancasila itu diceritakan Mohammad Hatta atau Bung Hatta dalam wasiatnya.

Dilansir dari Kompas.com (1/6/2022), wasiat yang ditandatangani 16 Juni 1978 tersebut ditujukan kepada putra pertama Soekarno dan Fatmawati, Guntur Soekarnoputra.

Dalam wasiatnya, Bung Hatta memulai dengan cerita ketika Radjiman Wedyodiningrat yang merupakan Ketua BPUPKI mempertanyakan dasar negara Indonesia.

“Dekat pada akhir bulan Mei 1945, dr. Radjiman, Ketua Panitia Penyelidikan Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia, membuka sidang Panitia itu dengan mengemukakan pertanyaan kepada rapat: 'Negara Indonesia merdeka yang akan kita bangun itu, apa dasarnya?'," tulis Bung Hatta.

Saat itu, kebanyakan anggota rapat tidak berani menjawab pertanyaan Radjiman karena takut menimbulkan persoalan filosofi yang berkepanjangan.

Namun, Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan menyampaikan pidatonya berjudul "Lahirnya Pancasila" pada tanggal 1 Juni 1945.

Pidato Bung Karno ini mengemukakan bahwa Pancasila yang memuat lima sila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Bung Hatta mengatakan, pidato Soekarno menarik perhatian para anggota panitia dan kemudian disambut tepuk tangan riuh hadirin sidang.

“Sesudah itu sidang mengangkat suatu Panitia Kecil untuk merumuskan kembali Pancasila yang diucapkan Bung Karno,” tulis Bung Hatta.

Adapun Panitia Kecil tersebut terdiri dari 9 orang, yakni Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A. Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin.

Setelah itu, 9 panitia ini mengubah susunan Pancasila dan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama.

Sila kedua, yang dalam rumusan Bung Karno disebut Internasionalisme atau perikemanusiaan diganti dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila ketiga, sila Kebangsaan Indonesia diganti dengan Persatuan Indonesia. Sila keempat, Mufakat atau Demokrasi diganti dengan sila Kerakyatan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved