Bulan Bung Karno
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Dicetuskan Soekarno, Dihapus Soeharto, Ditetapkan oleh Jokowi
Pencetusan peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tak luput dari peran Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Namun, Presiden Kedua RI ini melarang peringatan Hari Lahir Pancasila mulai tahun 1970 melalui Komando Operasi Pemulihan dan Ketertiban (Kopkamtib).
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Soeharto untuk menghapus warisan kepemimpinan era Soekarno.
Kemudian pada 1 Juni 2016, Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 untuk kembali menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.
Mulai tahun 2017, setiap 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional atau tanggal merah untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
Bulan Bung Karno
Hari Lahir Pancasila
sejarah hari lahir pancasila
1 Juni
Soekarno
Soeharto
Jokowi
BPUPKI
Panitia Bulan Bung Karno Mohon Maaf, Jalan Kantor PDIP Sulut Akan Padat, Imbau Cari Jalan Alternatif |
![]() |
---|
Maknai Bulan Bung Karno, PDIP Mitra Sulut Berbagi Kasih dengan Penyapu Jalan dan Tukang Ojek |
![]() |
---|
Berikut Instruksi Megawati Soekarnoputri yang Akan Dijalankan Oleh PDIP Kota Manado |
![]() |
---|
Ini yang Dirasakan Steven Kandouw Ketua Bapilu PDIP Sulawesi Utara Saat Hadiri Bulan Bung Karno |
![]() |
---|
Bulan Bung Karno, Ketua BMI Sulut Rio Dondokambey Ajak Pemuda Berprestasi Sembari Merawat Pancasila |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.