Bulan Bung Karno
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Dicetuskan Soekarno, Dihapus Soeharto, Ditetapkan oleh Jokowi
Pencetusan peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tak luput dari peran Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Terakhir, sila kelima yang oleh rumusan Bung Karno disebut Keadilan Sosial diganti dengan sila Kesejahteraan Sosial.
Perubahan rumusan Pancasila oleh Panitia 9 ini diserahkan kepada Panitia Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 22 Juni 1945 dan diberi nama “Piagam Jakarta”.
Kemudian, “Piagam Jakarta” dijadikan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sehingga Pancasila dan UUD menjadi dokumen negara pokok.
“Pancasila dan Undang-Undang Dasar yang sudah menjadi satu Dokumen Negara itu diterima oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan sedikit perubahan," tulis Hatta.
Adanya sedikit perubahan yang dimaksud Bung Hatta yakni menghilangkan kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penduduknya” pada sila pertama Pancasila.
“Sungguhpun 7 perkataan itu hanya mengenai penduduk yang beragama Islam saja. Pemimpin-pemimpin umat Kristen di Indonesia Timur berkeberatan kalau 7 kata itu dibiarkan saja, sebab tertulis dalam pokok daripada pokok dasar Negara kita sehingga menimbulkan kesan, seolah-olah dibedakan warga negara yang beragama Islam dan bukan Islam," bunyi wasiat Hatta.
Berdasarkan kesaksian Bung Hatta yang dituangkan dalam wasiat itu, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila karena pada tanggal tersebut Bung Karno pertama kali mencetuskan Pancasila dalam pidatonya.
Soekarno minta peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni
Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-19 Pancasila, tepatnya pada 1 Juni 1964, Presiden Soekarno meminta diadakannya acara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Soekarno saat itu menuntut peringatan tersebut karena menilai banyak orang mulai menyelewengkan Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila pertama pada 1 Juni 1964 dimulai dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Acara tersebut mengusung slogan Pancasila Sepanjang Masa.
Pada acara itu, Soekarno menguraikan kembali rumusan Pancasila berikut dengan kelima silanya.
Presiden Pertama RI ini kali terakhir memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1966, sebelum lengser dari jabatannya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila dilarang pada era Soeharto
Presiden Soeharto mengambil alih posisi kepala negara dan pemerintahan dari Soekarno setelah tragedi G30S/PKI meletus pada 1965.
Ia juga menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati keberhasilannya menggagalkan peristiwa yang dianggap sebagai kudeta tersebut.
Soeharto sempat memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1967 dan 1968.
Bulan Bung Karno
Hari Lahir Pancasila
sejarah hari lahir pancasila
1 Juni
Soekarno
Soeharto
Jokowi
BPUPKI
Panitia Bulan Bung Karno Mohon Maaf, Jalan Kantor PDIP Sulut Akan Padat, Imbau Cari Jalan Alternatif |
![]() |
---|
Maknai Bulan Bung Karno, PDIP Mitra Sulut Berbagi Kasih dengan Penyapu Jalan dan Tukang Ojek |
![]() |
---|
Berikut Instruksi Megawati Soekarnoputri yang Akan Dijalankan Oleh PDIP Kota Manado |
![]() |
---|
Ini yang Dirasakan Steven Kandouw Ketua Bapilu PDIP Sulawesi Utara Saat Hadiri Bulan Bung Karno |
![]() |
---|
Bulan Bung Karno, Ketua BMI Sulut Rio Dondokambey Ajak Pemuda Berprestasi Sembari Merawat Pancasila |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.