Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Jawaban Nyeleneh Mahfud MD Soal Jika Ditawarkan Jadi Menteri Prabowo-Gibran

Mahfud MD memilih berkomentar soal proses persidangan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Youtube KPU RI
Cawapres 03 Mahfud MD. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ganjar Pranowo sudah memberikan jawaban menolak jika diminta menjadi menteri Prabowo-Gibran.

Meski sebenarnya Prabowo Gibran belum membahas ataupun meminta orang untuk menjadi calon menteri.

Pun Mahfud MD sebagai pasangan Ganjar Pranowo sudah memberikan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Baca juga: Korupsi Pertambangan Bisa Buat Rakyat Digaji Rp20 Juta Tanpa Kerja, Mahfud MD Singgung Hal Ini

Ia memberikan jawaban yang agak berbeda dari Ganjar Pranowo.

Mahfud MD malah melarang untuk melontarkan pertanyaan itu.

Ia malah menuding ada kepentingan dibalik pertanyaan tersebut.

Memang jika mengikuti cara Jokowi, ia akan merangkul semua lawan politiknya.

Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD tidak enggan memberikan jawaban saat ditanya apakah akan menerima tawaran jadi menteri pada pemerintahan selanjutnya.

Mahfud MD merespons singkat dan meminta awak media tidak menanyakan hal tersebut kepadanya.

"Ndak boleh bertanya itu saudara pada saya," kata Mahfud ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024) malam.

Mantan Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu, menyebut hanya orang yang memiliki kepentingan yang bisa menanyakan hal itu kepadanya.

"Yang bertanya itu tuh hanya orang yang berkepentingan," ujarnya seraya tertawa mengundang tanya.

Mahfud MD memilih berkomentar soal proses persidangan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Mantan Ketua MK itu menjelaskan beberapa kewenangan hakim Konstitusi dalam mekanisme pemanggilan para saksi.

"Nah, dulu waktu saya menjadi hakim MK sering ngundang sendiri yang tidak diajukan oleh pihak. Misalnya kasus penodaan agama, saya ngundang sendiri tokoh-tokoh, ada Emha Ainun Nadjib, Quraish Shihab, itu tidak diajukan oleh orang yang berperkara, tapi MK ingin mendengar. Waktu itu kita panggil semua dari gereja, ulama. MK yang mengundang," kata Mahfud.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved