Manado Sulawesi Utara
Warga Manado Setuju Iven Wisata Belum Digelar Tahun Ini, Berikut Alasannya
Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, terus memperbaiki dan menambah infrastruktur.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, terus memperbaiki dan menambah infrastruktur.
Misalnya saja tahun ini Dinas PUPR Manado kembali melanjutkan pembangunan pedestrian di Jalan Pierre Tendean.
Lalu, Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sulut juga akan melanjutkan pembangunan Malalayang Beach Walk (MBW).
Baca juga: Tinggal di Kolong Jembatan Soekarno Manado, Hamzah Akui Kesulitan Bayar Kontrakan
Guna mendukung hal tersebut, Dinas Pariwisata Manado bahkan mengurangi anggaran untuk event wisata agar bisa digunakan untuk memperindah wajah Kota Manado bersama dinas terkait.
Seorang warga bernama Irfan, mengaku setuju dengan hal tersebut.
"Karena menurut saya masih banyak infrastruktur di Kota Manado yang perlu dibenahi. Itu menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan," katanya saat ditemui di pedestrian Jalan Pierre Tendean, Rabu (31/1/2024).
Baginya, percuma menggelar event besar jika infrastruktur tak dibenahi.
Pasalnya, wisatawan yang datang ke suatu daerah tak hanya ingin mengunjungi event tertentu.
"Banyak hal yang dipertimbangkan dari segi akses, tempat tinggal, dan mereka pasti ingin jalan-jalan di Kota Manado setelah menghadiri event," tuturnya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur oleh Pemkot Manado adalah langkah yang tepat.
Irfan yang bekerja di perusahaan BUMN ini mengaku senang dengan pedestrian Kota Manado saat ini.
"Jadi lebih nyaman berjalan kaki," sambungnya.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata Manado mengatakan bahwa event besar Manado Fiesta ditunda karena anggaran difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.
Saat ini, di Sulut sendiri sudah ada dua agenda pariwisata yang masuk Kalender Event Nasional (KEN) 2024, yaitu Tomohon Intenational Flower Festival (TIFF) dan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL).
"Biarlah di daerah lain tetap ada event, Manado fokus ke infrastruktur pariwisata. Toh mereka yang berkunjung ke daerah tetap akan menginap di Manado, jadi tetap satu paket," tutup Abdiel.(*)
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.