Mata Lokal Memilih
Penyandang Tunanetra di Manado Tak Mau Golput, 'Mata Boleh Buta Tapi Hati Cerah'
Dengan berseloroh, Ita menyebut, orang buta melihat fenomena politik dengan lebih jernih ketimbang orang normal.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Buta mata bukan berarti buta hati. Itulah prinsip yang dipegang Ita, seorang tunanetra, dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024.
"Saya memang buta, tapi hati saya bisa merasakan lebih jelas, mana yang tulus dan mana yang bulus," kata dia Kamis (18/1/2024).
Ita ditemui tribunmanado di lorong penghubung Jalan Samrat dan Pierre Tendean samping Toko Buku Gramedia, Kamis (18/1/2024) siang.
Baca juga: Kisah Septiana Hirawati Pasaribu, Mahasiswi dari Pasangan Tunanetra yang Lulus Predikat Cumlaude
Kala itu, dirinya tengah menjajakan jualan kacang pada pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas.
Ita mengaku sudah punya pilihan.
Baik Capres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan kota serta DPD pada 14 Februari 2024 nanti.
"Bagaimana saya tahu?, tentu dari suaranya, dari situ sudah bisa ditahu mana yang benar - benar bisa dipercaya," katanya.
Dengan berseloroh, Ita menyebut, orang buta melihat fenomena politik dengan lebih jernih ketimbang orang normal.
Karena perangkat hati dapat dimaksimalkan dengan baik.
Ita menyebut prasarana bagi tuna netra memilih sudah baik. Hanya ia tak mau dituntun KPPS saat nyoblos.
"Lebih baik saya dituntun oleh keluarga, lebih nyaman rasanya dan lebih dapat dipercaya," ujar dia.
Hendra kaum netra lainnya mengaku tak pernah absen nyoblos. Nyoblos berarti libur baginya.
"Kalau nyoblos saya tak kerja jual kacang," kata dia.
Sayang antusiasme Hendra kerap bak cinta tak berbalas. Nasib tunanetra tak kunjung berubah.
"Bahkan kami kerap dianggap pengemis yang musti ditertibkan, bahkan kami sering dapat perlakuan tak menyenangkan," kata dia.
| MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
|
|---|
| Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
|
|---|
| Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
|
|---|
| KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
|
|---|
| Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ita-penyandang-disabilitas.jpg)